RADARTUBAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban mengimbau warga Tuban untuk lebih meningkatkan kewaspadaan seiring masuknya fase puncak musim hujan.
Berdasarkan analisis atmosfer terkini, puncak intensitas hujan diprediksi berlangsung sepanjang Januari hingga Februari.
Musim hujan di wilayah Tuban diperkirakan baru berakhir pada April mendatang.
Kepala Stasiun BMKG Tuban Muhammad Nur melalui Prakirawan BMKG Tuban Arbi Susilo Widayat menjelaskan, meski saat ini berada di fase puncak hujan, suhu udara di Bumi Ronggolawe secara statistik masih tergolong normal. Namun, kondisi atmosfer kerap memunculkan sensasi yang berbeda pada tubuh masyarakat.
Menurut data Stasiun Meteorologi di Kecamatan Jenu, suhu pagi hari berada pada kisaran 25–27 derajat Celsius. Sedangkan siang hari berkisar antara 29–31 derajat Celsius.
“Rasa dingin yang dirasakan warga saat ini sebenarnya adalah hasil dari proses evaporasi atau penguapan air hujan yang menyerap panas di sekitar,’’ ujar Arbi, panggilan akrabnya.
Dia menyampaikan, selain kelembapan udara yang tinggi dan membuat panas lebih cepat hilang dari kulit, muncul sensasi dingin yang nyata, meski suhu termometer tidak turun drastis.
Menurut Arbi, kondisi dingin tanpa hujan kerap disalahartikan sebagai fenomena bediding yang biasanya terjadi pada musim kemarau. Pada musim hujan, kondisi ini lebih dipengaruhi oleh langit yang tiba-tiba bersih dari awan atau kelembapan yang rendah di lapisan permukaan.
Sebaliknya, lanjut dia, masyarakat juga sering merasakan kondisi gerah berlebihan atau sumuk sebelum hujan turun.
Hal ini disebabkan oleh tutupan awan yang luas sehingga panas terperangkap di permukaan bumi akibat tingginya proses penguapan.
Lebih lanjut prakirawan BMKG itu menyampaikan, suhu normal harian pesisir Tuban cukup dinamis. Berkisar antara 26 derajat Celsius pada pukul 02.00 WIB dini hari hingga pukul 07.00. Titik terpanas hingga 33 derajat Celcius terjadi pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Mengingat puncak musim hujan masih berlangsung sekitar satu bulan ke depan dan baru berakhir pada April, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan.
Perubahan suhu yang cepat, dari panas terik ke dingin menusuk, berpotensi menurunkan daya tahan tubuh.
“Pantau terus perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Pastikan kondisi kesehatan tetap terjaga mengingat musim hujan masih menyisakan waktu yang cukup panjang," imbau mantan staf Stasiun Meteorologi Teluk Bayur Padang itu.(saf/ds).
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni