RADARTUBAN – Nasib pembangunan Pasar Sore Tuban tahun ini masih belum jelas. Hingga kini belum ada kepastian apakah pasar yang kondisinya rusak parah tersebut akan direvitalisasi atau sebaliknya dibiarkan mangkrak.
Bertahun-tahun sejumlah bagian bangunan pasar mengalami kerusakan parah. Salah satunya atap bangun yang ambrol.
Ketua Komisi III DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo mengatakan, Pemkab Tuban sudah memastikan akan merevitalisasi Wisata Pantai Boom yang merupakan satu kompleks dengan Pasar Sore. Hanya saja, apakah Pasar Sore ikut direnovasi, itu yang sampai sekarang belum jelas.
“Seharusnya Pasar Sore ikut dibangun karena letaknya yang bersebelahan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut dia, perbaikan Pantai Boom seharusnya menjadi momentum untuk membenahi Pasar Sore. Dengan posisi yang berdempetan, kata Tulus, idealnya keduanya diperbaiki secara bersamaan agar sama-sama lebih layak.
Dengan begitu, Pantai Boom dapat terintegrasi dengan Wisata Sunan Bonang dan Alun-Alun Tuban.
“Kalau direalisasikan, tentu bisa menumbuhkan pusat perekonomian baru,’’ imbuhnya.
Tulus menilai, pembangunan Pasar Sore juga berpotensi mendorong pertumbuhan UMKM. Pedagang dapat menjajakan produknya kepada pengunjung.
Terlebih, banyak peziarah Sunan Bonang yang menggunakan kendaraan pribadi memarkir kendaraannya di area Pasar Sore.
Lebih lanjut, wakil rakyat yang juga ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tuban itu mendorong agar rencana pembangunan Pasar Sore segera direalisasikan. Pertimbangan utamanya, aset milik pemkab tersebut sudah terlalu lama terbengkalai.
“Setelah ini kami akan mengundang dinas dan berdiskusi terkait rencana pembangunan Pasar Sore,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Tuban Arif Handoyo mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah Pasar Sore dibangun tahun ini dan masuk dalam paket revitalisasi Wisata Pantai Boom. “Saya cek dulu,’’ jawabnya singkat.(fud/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni