RADARTUBAN – Hingga hari keenam, posisi kapal tanker MT Abigail W nyaris tak bergerak dari Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, kemarin (27/1).
Serangkaian proses evakuasi dari tim petugas penyelamatan belum membuahkan hasil.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas III Tanjung Pakis, C.
Metropolitan Jaya menyampaikan, cuaca buruk sepekan terakhir menjadi momok bagi para petugas dalam melakukan operasi penyelamatan.
‘’Untuk proses evakuasi pada hari ini (kemarin, Red) lagi-lagi belum maksimal, tim kami sempat harus menepi karena ombak dan hujan deras menyulitkan proses penarikan kapal MT Abigail W,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Dia menyampaikan, proses evakuasi masih mengedepankan metode seperti beberapa hari sebelumnya. Dimulai pukul 08.00.
Dua kapal assist tug dengan nama lambung TB Mitra Anugrah 23 dan TB Transco Dara berangkat dari pelabuhan Semen Indonesia Tuban menuju titik terdamparnya kapal tanker.
Selanjutnya, kedua kapal ini menurunkan tali towing untuk dikaitkan dengan kapal milik PT Pertamina Trans Kontinental tersebut. Dua assist tug inilah yang menarik ke tengah.
‘’Dua armada sekiranya sudah cukup, kendala kami hanya soal cuaca. Untuk hari ini kami menambah diameter tali towing kapal lebih besar,’’ bebernya.
Lebih lanjut Metro mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pemantauan anomali cuaca dari BMKG.
‘’Update pasang surut per harinya juga kami lakukan karena waktu yang aman untuk melakukan evakuasi kapal, yakni saat pasang tertinggi biasanya pukul 11.00 sampai 15.00,’’ pungkasnya. (an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama