Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

10 Hektare Sawah di Jenggolo Jenu Terendam Banjir Tanpa Solusi

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 30 Januari 2026 | 21:00 WIB
Genangan banjir di persawahan Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu dimanfaatkan para pemancing untuk menyalurkan hobinya.
Genangan banjir di persawahan Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu dimanfaatkan para pemancing untuk menyalurkan hobinya.

RADARTUBAN – Petani di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu harus menelan kerugian berkepanjangan. Sawah yang semestinya produktif kini tak lagi bisa ditanami.

Sekitar 10 hektare lahan pertanian tergenang banjir hampir sepanjang tahun, tanpa kepastian solusi.

Kondisi itu tampak jelas dari ruas jalan Merakurak–Jenu. Memasuki wilayah Desa Jenggolo, di sisi timur jalan terlihat hamparan air menyerupai danau kecil.

Banyak warga menjadikannya lokasi memancing. Namun, genangan air tersebut sejatinya adalah persawahan milik petani setempat.

Situasi ini dinilai ironis. Lahan yang semestinya menyumbang produksi padi kini berubah fungsi, tak lagi memberikan hasil bagi pemiliknya.

Kepala Dusun Gedangan, Desa Jenggolo Heri Purwanto, mengatakan persoalan banjir sawah sudah berulang kali dibahas di tingkat desa.

Namun, hingga kini, persoalan tersebut belum juga terurai. Menurut dia, wilayah itu merupakan dataran rendah yang menjadi titik temu aliran air dari sejumlah daerah.

“Air di persawahan itu kiriman dari berbagai aliran sungai, ada yang dari Merakurak, Montong, dan dari Desa Jadi, Kecamatan Semanding. Semuanya bermuara di sini,” ujar Heri.

Dia menjelaskan, aliran sungai di kawasan tersebut tidak berjalan optimal akibat pendangkalan. Kondisi itulah yang memperparah genangan di area persawahan.

Upaya normalisasi sungai sebenarnya pernah dilakukan pada 2022, namun belum membuahkan hasil signifikan.

“Banjir tetap terjadi. Kami yang punya lahan di sana, termasuk puluhan warga lainnya, hanya bisa melihat sawah tak bisa lagi ditanami,” kata Heri, yang juga memiliki lahan di kawasan tersebut.

Pemerintah desa kembali berupaya mencari jalan keluar. Sekretaris Desa Jenggolo, Wiwik Sri Lestari, menyebutkan pihaknya telah mengajukan permohonan normalisasi sungai kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Kabupaten Tuban.

“Surat pengajuan sudah kami sampaikan pada Desember 2025. Sebelumnya kami melapor ke dinas pertanian, lalu diarahkan ke dinas terkait. Semoga tahun ini ada tindak lanjut,” ujar Wiwik.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban Eko Julianto serta Camat Jenu Yoeliani Endang Poerwati belum memberikan keterangan terkait langkah penanganan banjir di lahan pertanian produktif tersebut.(fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #jenu #danau #sawah #pertanian