RADARTUBAN-Pembangunan proyek Long Storage Jadi di Tuban kembali tertunda. Pemicunya, tahun ini, proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) itu belum memperoleh alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
Akibatnya, rencana pembangunan bendungan yang diharapkan menjadi solusi pengendalian banjir di wilayah Kecamatan Tuban, Merakurak, dan Jenu kembali terhenti tanpa kepastian waktu.
Pemkab Tuban sangat berharap terhadap proyek prestisius tersebut. Terbukti, sejak 2022, pemkab setempat telah menyelesaikan pembebasan lahan. Totalnya 15,70 hektare milik 95 warga di Desa Boto dan Desa Jadi, Kecamatan Semanding.
Total anggaran yang terserap sekitar Rp 18 miliar yang bersumber dari APBD. Hingga kini, lahan yang telah siap dibangun itu belum dapat dimanfaatkan karena belum dimulainya pekerjaan fisik.
Ketua Komisi I DPRD Tuban Suratmin mengatakan, pihaknya telah menanyakan kelanjutan proyek tersebut saat melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam pertemuan itu, kementerian menyampaikan bahwa proyek Long Storage Jadi belum dapat dilanjutkan pada tahun ini.
“Alasannya karena adanya kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah pusat,” kata Suratmin.
Dengan kondisi tersebut, proyek Long Storage Jadi tidak masuk dalam daftar penganggaran Kementerian Pekerjaan Umum tahun ini.
Meski demikian, Suratmin menyatakan dapat memahami kebijakan tersebut. Meski, dia menilai keberadaan proyek ini memiliki urgensi tinggi bagi wilayah Tuban.
Menurut dia, Long Storage Jadi dirancang sebagai infrastruktur pengendali banjir bagi kawasan rawan genangan. Terutama di Kecamatan Tuban, Merakurak, dan Jenu.
Setiap musim hujan, wilayah tersebut kerap terdampak banjir akibat luapan air yang tidak terkendali.
“Fungsi bendungan ini sangat penting, bukan hanya menahan debit air, tetapi juga mengatur aliran agar risiko banjir di tiga kecamatan itu bisa diminimalkan,” ujarnya.
Dia menambahkan, DPRD Tuban akan terus melakukan upaya lobi ke pemerintah pusat agar proyek tersebut kembali masuk dalam daftar prioritas nasional.
Jika proyek itu terealisasi, dia meyakini persoalan banjir di wilayah tersebut dapat ditangani secara lebih sistematis.
Sebelumnya, proyek Long Storage Jadi diperkirakan membutuhkan anggaran fisik sekitar Rp 60 miliar.
Rencana awal pembangunan fisik dijadwalkan pada 2024, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang jelas.(fud/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni