RADARTUBAN – Menjelang sore, suasana kawasan GOR Rangga Jaya Anoraga terasa lebih hangat.
Saat sinar matahari mulai terasa sejuk, lintasan joging mulai dipenuhi warga. Sebagian datang sendiri. Selebihnya berpasangan atau berkelompok. Mereka melangkah menikmati waktu untuk berolahraga dan melepas penat.
Lintasan joging berbahan beton di area GOR memang menjadi salah satu pilihan warga untuk berolahraga ringan.
Pagi dan sore menjadi waktu favorit. Keramaian yang hadir justru memberi nuansa menyenangkan. Berolahraga di tengah banyak orang menghadirkan rasa kebersamaan, meski tanpa saling menyapa.
Tatang Bagus Sugiarta, warga Tuban, termasuk yang rutin memanfaatkan lintasan joging tersebut. Lokasinya yang dekat dengan rumahnya menjadi alasan utama.
“Lintasannya cukup nyaman buat lari. Suasananya juga ramai, jadi lebih semangat,” ujarnya.
Menurut Tatang, kawasan GOR terasa lengkap. Di sekitar area olahraga, pedagang kaki lima menjajakan beragam makanan dan minuman. Kehadiran mereka menjadi pelengkap setelah berolahraga.
“Habis joging bisa sekalian jajan. Itu yang bikin betah,” katanya.
Meski demikian, Tatang melihat keramaian GOR kini tak seramai beberapa tahun lalu.
Sebagian warga memilih Alun-Alun Tuban sebagai alternatif tempat joging. Namun, GOR Rangga Jaya Anoraga tetap menjadi pilihan bagi warga sekitar yang menginginkan suasana olahraga yang lebih tenang.
Tak hanya joging, kawasan GOR juga dimanfaatkan untuk beragam aktivitas lain. Senam bersama, jalan santai, hingga kegiatan komunitas olahraga kerap terlihat. Terutama pada akhir pekan. Ruang terbuka ini menjadi tempat warga berkumpul dan berinteraksi santai.
Bagi Diah Ayu, GOR masih terasa nyaman untuk berolahraga. Area yang jauh dari jalan membuatnya lebih tenang.
“Kalau joging di sini rasanya lebih aman dan tidak terganggu kendaraan,” ujarnya.
Dia berharap fasilitas di kawasan GOR Rangga Jaya Anoraga terus dirawat. Kebersihan lintasan dan penataan area sekitar dinilai penting agar ruang publik ini tetap nyaman dan terus mendorong gaya hidup sehat masyarakat.(fud/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni