Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rhesus Negatif Sangat Langka di Tuban, dari 16 Ribu Pendonor Hanya 3–4 yang Aktif

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 2 Februari 2026 | 19:20 WIB
Salah satu petugas PMI Tuban memastikan darah yang didistribusikan aman.
Salah satu petugas PMI Tuban memastikan darah yang didistribusikan aman.

RADARTUBAN – Pemilik golongan darah Rhesus (Rh) negatif di Kabupaten Tuban tergolong sangat langka.

Dari sekitar 16.000 pendonor yang terdata di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban, hanya sekitar 10 orang yang tercatat memiliki Rhesus negatif dan pernah melakukan donor.

Humas UDD PMI Tuban Sarju Effendi mengatakan, mayoritas penduduk Tuban memiliki Rhesus positif. Dari sekitar 10 pendonor Rhesus negatif yang tercatat, hanya 3–4 orang yang aktif mendonorkan darahnya sepanjang 2025.

Kelangkaan tersebut menimbulkan dilema dalam pengelolaan stok darah. Di satu sisi, darah Rhesus negatif sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat karena jumlah pemiliknya terbatas.

Namun, di sisi lain, komponen darah memiliki masa simpan terbatas, sehingga berisiko kedaluwarsa jika tidak segera digunakan.

Sarju mengakui, beberapa kantong darah Rhesus negatif terpaksa dimusnahkan karena melewati masa simpan. Hal itu terjadi ketika pada bulan yang sama dengan waktu donor tidak ada pasien yang membutuhkan transfusi darah Rhesus negatif.

“Kami tidak bisa melarang pemilik Rh negatif ini untuk donor, karena itu hak kemanusiaan. Namun, jika tidak ada kebutuhan mendesak, komponen darah tersebut akhirnya expired dan harus kami musnahkan,” katanya.

Menurut Sarju, kelangkaan pemilik Rhesus negatif bukan hanya terjadi di Tuban, namun juga secara nasional.

Faktor genetik menjadi penyebab utama sedikitnya jumlah pemilik Rhesus negatif. Anak dari orang tua dengan Rhesus negatif pun tidak otomatis memiliki rhesus yang sama.

Sepanjang 2025, UDD PMI Tuban hanya menerima satu permintaan darah Rhesus negatif yang membutuhkan tiga kantong darah sekaligus.

Dari kebutuhan itu, hanya satu kantong yang bisa dipenuhi dari donor keluarga pasien. Sisanya, UDD PMI Tuban harus merujuk ke Surabaya.

“Di Surabaya terdapat komunitas pemilik Rhesus negatif yang lebih terorganisir dan siap membantu. Rujukan ke Surabaya menjadi alternatif tercepat untuk menyelamatkan nyawa pasien,” ujarnya.(saf/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#darah Rhesus negatif #PMI Tuban #pendonor #stok darah