RADARTUBAN–Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) resmi melantik 15 pengurus baru Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Tuban masa bakti 2026-2030 di TITD Kwan Sing Bio Tuban, kemarin (9/2).
Pelantikan pengurus Makin Tuban tersebut termaktub dalam Surat Keputusan Dewan Rohaniwan/ Pengurus Pusat Matakin dengan nomor 153/SKM/I/ 2026 yang menyebut bahwa masa bakti 15 pengurus baru tersebut terhitung sejak 11 Januari 2026 hingga 10 Januari 2030.
Dalam pelantikan tersebut, Wiwit Endra Setjoweni resmi menakhodai Dewan Pengurus Makin Tuban dan didampingi Endang Winarti sebagai wakil ketua.
Selanjutnya, pada posisi sekretaris ditempati oleh Junijati dan Maria Listra Fransisca sebagai wakil sekretaris.
Sedangkan, pada posisi bendahara dijabat Lianna Wati. Berikutnya, di posisi Seksi Peri badahan diisi oleh Yulia Canza dan Lenawati, Seksi Sosial diampu oleh Dewi Rahayu.
Kemudian, seksi pemuda diisi oleh Yongsen Wijaya, Dwi Budi Sambodo, Chintha Rachayu, dan Gin-Gin Ginawan.
Sementara itu, pada seksi perlengkapan ditempati oleh Arga Bogi Satria, Nanik G., dan Wiwik Winarti.
Sedangkan jajaran Dewan Penasihat dipercayakan kepada Alim Su giantoro, Agus Patria (Zheng We Fung), dan Minawati (Lwie Mien Nio).
Pelantikan pengurus Makin Tuban ini didasari oleh beberapa hal, yakni peningkatan pelayanan yang menilai adanya perkembangan agama Konghucu yang memerlukan peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan umat di seluruh Indonesia.
Kemudian kemandirian organisasi yang menyebut bahwa Makin merupakan garda terdepan yang memiliki kondisi dan tingkat kemandirian yang berbeda-beda. Selanjutnya, adanya surat permohonan resmi dari Pengurus Makin Tuban mengenai pengesahan susunan pengurus baru.
Berikutnya, perlunya meningkatkan intensitas kerja organisasi di Kabupaten Tuban, khususnya pada bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.
Ketua Umum Matakin Xue Shi Budi Santoso Tanuwi bowo menyampaikan enam pesan utama bagi pengurus Makin Tuban yang baru dilantik.
Pertama, pengurus diharapkan mampu membimbing umat agar lebih menghayati nilai-nilai keagamaan. Kemudian, pengurus baru diharapkan dapat mencintai keberagaman di Indonesia dan seluruh umat manusia di dunia.
‘’Ketiga, saya mengharapkan pengurus bisa merawat budaya-budaya yang masih relevan dan mengemas dengan format yang menarik agak anak-anak muda tertarik mempelajari keagamaan,” terang Budi.
Budi juga menekankan kepada pengurus baru untuk terus belajar kepada siapa pun. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan karena dunia pendidikan terus bertransformasi dan berkelanjutan, sehingga para pengurus dituntut untuk selalu adaptif dan memiliki wawasan yang selaras dengan perkembangan zaman.
'’Kemudian mereka (pengurus baru, Red) harus bisa hidup berdampingan dengan orang lain tanpa membuat batasan apa pun serta terus berpikir maju. Yang terakhir, mereka harus bisa introspeksi diri jika gagal ataupun berhasil,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Makin Tuban Wiwit Endra Setjo weni mengungkapkan, pihaknya terus berusaha untuk membina kerukunan antarumat yang beribadah di kelenteng Kwan Sing Bio.
Selain itu, dirinya juga berharap pelantikan tersebut dapat semakin mempererat tali persaudaraan umat Konghucu maupun dengan umat agama lain.
‘’Program ke depannya, kami akan terus berusaha untuk membina kerukunan bersama di Tuban. Semoga bisa berjalan beriringan untuk memajukan Tuban dengan melakukan berbagai ke giatan dengan antarumat beragama,” tutur Wiwit.
Di sisi lain, Dewan Penasihat Makin Tuban Alim Sugiantoro menyampaikan harapan serupa. Dengan adanya pembentukan kepengurusan Makin masa bakti 2026-2030 dapat membuat Kelenteng Kwan Sing Bio semakin kondusif.
‘’Saya bersyukur dan gembira karena pelantikan pengurus baru ini berjalan lancar, baik, dan tidak ada kendala. Semoga ke depan nya Makin bisa guyub dengan agama lain, sehingga menciptakan kondusifitas di Tuban dan tidak mengganggu peribadatan para umat,” ungkap Alim.(*)
Editor : Dwi Setiyawan