RADARTUBAN – Pelayanan poli jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban hampir saja shut down. Itu menyusul tenggat “negosiasi” surat pengunduran diri dr. Fani Suslina, Sp.JP, yang habis akhir Januari lalu.
Sebagaimana diketahui, dokter Fani mengajukan surat pengunduran diri sejak 1 Januari 2026.
Namun, karena dr. Hariman Kristian, Sp.JP, satu-satunya dokter spesialis jantung yang tersisa masih menempuh program pendidikan di China, maka pihak manajemen berusaha “mengolor” pengajuan surat pengunduran diri dokter Fani hingga akhir Januari.
Harapannya, dokter Hariman telah menyelesaikan pendidikannya dan kembali menjalankan tugasnya sebagai dokter spesialis jantung RSUD Koesma.
‘’Iya, yang bersangkutan (dr. Fani Suslina) pindah ke Banten, tapi baru akhir Januari nanti (setelah dr. Hariman menyelesaikan pendidikannya, Red),’’ ujar drg. Heni Purnomo Wati pada 3 Januari 2026 saat menjabat Plt Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban.
Namun, hingga pekan kedua Februari ini, dokter Hariman yang diharapkan segera pulang, ternyata tak kunjung datang.
Karena itu, dokter Fani masih bertahan hingga sekarang.
Sebab, jika yang bersangkutan keukeuh mengundurkan diri pada tenggat akhir Januari lalu, maka pelayanan poli jantung RSUD berpotensi lumpuh.
Sebab, sudah tidak ada lagi stok dokter spesialis yang dimiliki RSUD.
Dikonfirmasi ihwal kelanjutan surat pengunduran diri yang diajukan dokter Fani, Plt Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban dr. Abdul Rochman mengatakan bahwa yang bersangkutan masih bertugas di RSUD.
‘’Dokter Fani masih praktik sampai dokter penggantinya siap,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Lantas, sampai kapan dokter Fani masih akan bertahan sambil menunggu dokter pengganti datang? Rochman hanya menyampaikan bahwa sejauh ini masih dalam proses.
‘’Beliau (dokter Hariman, Red) baru lulus,’’ tandasnya.
Sementara itu, berdasar informasi yang diterima wartawan koran ini, dokter Hariman diperkirakan baru menuntaskan pendidikannya dan kembali ke tanah air pada Maret mendatang.
Artinya, jika informasi tersebut benar, maka dokter Fani harus berbesar hati “mengolor” surat pengajuan pengunduran dirinya hingga Maret. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama