Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kunjungi Radar Tuban, 28 Siswa SMAN 1 Rengel Belajar Jurnalistik dan Branding Diri

Rista Dwi Indarwati • Senin, 16 Februari 2026 | 18:02 WIB
Kunjungan edukatif SMAN 1 Rengel ke Radar Tuban membuka wawasan siswa tentang dunia media dan literasi digital.
Kunjungan edukatif SMAN 1 Rengel ke Radar Tuban membuka wawasan siswa tentang dunia media dan literasi digital.

RADARTUBAN - Pagi yang energik menghiasi kantor Jawa Pos Radar Tuban pada Senin (16/2) sekitar pukul 09.00.

Sebanyak 28 siswa siswi dan 2 Guru dari SMA Negeri 1 Rengel datang untuk belajar langsung.

Didampingi oleh Yudha Satria Aditama, Manager Digital Jawa Pos Radar Tuban, para siswa diajak mengeksplorasi dunia jurnalistik yang ternyata lebih luas daripada sekadar menulis berita.

Mengubah Rasa Ingin Tahu Menjadi Informasi Bernilai

Dalam sesi yang interaktif, Yudha menjelaskan bahwa inti jurnalistik adalah kemampuan mengolah berita untuk dipublikasikan.

Namun, langkah awal bukanlah langsung menulis, melainkan mengasah kemampuan berpikir kritis terhadap fenomena sekitar.

"Sebuah fenomena yang tidak biasa akan menimbulkan pertanyaan 'Kok bisa?'. Tugas wartawan adalah mencari jawaban itu," ujar Yudha di hadapan para siswa.

Jurnalis lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini menekankan bahwa rasa ingin tahu adalah modal utama seorang jurnalis untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih Aman Berkarya di Media Utama

Salah satu poin menarik yang dibahas adalah pentingnya memahami batasan dalam menyampaikan pendapat di era digital.

Yudha mengingatkan bahwa berbagi curhat sembarangan di media sosial bisa berisiko terkena UU ITE.

Sebaliknya, melalui jurnalistik siswa diajak menyampaikan aspirasi yang didasarkan pada fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.

Manfaat menguasai jurnalistik pun sangat beragam, di antaranya:

• Multi-Keterampilan: Belajar public speaking, menulis, hingga merangkum informasi dalam satu paket.

• Branding Pribadi : Membangun citra diri yang positif melalui karya nyata.

• Jaringan Luas : Kesempatan bertemu banyak orang baru dan memperluas wawasan.

• Nilai Ekonomi : Kemampuan ini juga membuka peluang untuk menghasilkan pendapatan.

Rumus 5W+1H : Dasar Utama Penulis Handal

Untuk memulai sebuah tulisan, Yudha membekali siswa dengan rumus klasik jurnalistik, yaitu 5W+1H.

Rumus ini membantu siswa mengidentifikasi siapa yang terlibat (Who), apa peristiwanya (What), kapan waktunya (When), di mana lokasinya (Where), mengapa terjadi (Why), hingga bagaimana prosesnya (How).

Dia mengingatkan bahwa tidak ada hasil yang instan. Seperti filosofi pohon yang kuat lahir dari benih kecil, kemampuan menulis pun perlu dipupuk dengan disiplin membaca dan terus berlatih.

Membangun Portofolio di "Etalase" Digital

Menutup pertemuan tersebut, Yudha memotivasi siswa agar tidak membiarkan akun media sosial mereka kosong tanpa karya.

Media sosial harus dipandang sebagai "etalase branding" untuk menunjukkan kompetensi diri.

"Ingat, kamu bukan siapa-siapa, jadi mulailah jadi siapa-siapa melalui karya," pesan Yudha mengutip salah satu prinsip penting dalam jurnalistik.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pemicu bagi siswa SMA Negeri 1 Rengel untuk terus berkarya, karena ucapan dan tulisan yang tepat dapat mengubah nasib banyak orang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jurnalistik #branding #SMAN 1 Rengel #Radar Tuban