RADARTUBAN - Penetapan awal Ramadan kembali tidak seragam. Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriyah jatuh pada Rabu (18/2).
Dengan demikian, warga persyarikatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu mulai menjalankan ibadah puasa hari ini.
Sementara itu, pemerintah dan Nahdlatul Ulama diperkirakan baru menetapkan 1 Ramadan setelah sidang isbat, Selasa (17/2) malam. Hingga kemarin, posisi hilal dinilai belum memenuhi kriteria visibilitas.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban Edi Utomo menjelaskan, penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah bukan keputusan mendadak.
Menurut dia, sejak 1 Hijriyah atau sekitar September tahun lalu, Muhammadiyah telah menetapkan hari-hari besar Islam selama satu tahun melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah 1447 Hijriyah.
“Untuk 1 Ramadan ditetapkan 18 Februari dan 1 Syawal pada 20 Maret,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Edi menerangkan, penetapan tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dalam sistem ini, penentuan awal bulan tidak hanya bergantung pada penampakan hilal di Indonesia, melainkan secara global.
“Meski di Indonesia belum terlihat, kalau di belahan dunia lain sudah terlihat, maka itu ditetapkan 1 Ramadan. Tahun ini hilal terlihat di Alaska, Amerika Serikat,” katanya.
Dia mengakui penggunaan KHGT berpotensi memperlebar perbedaan dengan pemerintah dan NU, baik pada penetapan 1 Ramadan maupun 1 Syawal.
Namun, menurut Edi, perbedaan itu tidak menjadi persoalan selama ke depan ada kesepakatan kalender Hijriah dunia.
“Supaya umat Islam tidak bingung, karena ini berkaitan langsung dengan ibadah,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Tuban Mashari menyebut berdasarkan Sistem Ephemeris, posisi hilal pada Selasa (17/2) belum memenuhi kriteria. Ketinggian bulan masih berada di bawah 3 derajat.
“Diperkirakan hilal masih di bawah ufuk, sehingga meski menggunakan alat pun tidak terlihat,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, awal Ramadan menurut kalender pemerintah diperkirakan jatuh pada Kamis (19/2).
Kepastian penetapan, kata Mashari, tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat yang digelar Selasa petang.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama