RADARTUBAN – Delapan tahun sejak diresmikan, Plaza Ikan Tuban di Jalan Panglima Sudirman kian kehilangan fungsi awalnya.
Bangunan tiga lantai yang berdiri sejak 2019 itu tak lagi menampilkan peran sebagai etalase ekonomi perikanan daerah, sebagaimana dirancang saat dibangun.
Plaza Ikan yang menelan anggaran Rp 4,6 miliar tersebut semula diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi sekaligus ruang promosi potensi perikanan di Kabupaten Tuban.
Di dalamnya direncanakan terdapat tempat pelelangan ikan, penjualan ikan segar, hingga produk olahan hasil laut.
Namun, harapan itu tak sepenuhnya terwujud. Seiring waktu, aktivitas ekonomi di gedung tersebut terus menyusut.
Jika pada awal beroperasi terdapat puluhan pedagang serta kegiatan pelelangan, jual beli ikan segar, dan ikan asap, kini yang tersisa hanya beberapa penjual ikan asap.
Penjualan ikan segar pun tinggal dua pedagang. Lantai dua dimanfaatkan sebagai kantor koperasi dan toko kebutuhan nelayan.
Andriyanto, salah satu pedagang ikan asap mengatakan, hampir tak ada lagi aktivitas di dalam gedung Plaza Ikan. Para pedagang memilih berjualan di luar bangunan, tepat di bagian depan.
“Sekarang hampir tidak ada kegiatan di dalam. Pedagang ikan asap berjualan di depan saja, supaya pembeli lebih mudah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut Andriyanto, jumlah pedagang ikan asap pun semakin sedikit. Pembeli juga tidak seramai sebelumnya karena lokasi penjualan serupa kini tersebar di beberapa titik lain.
Kondisi tersebut, kata dia, sudah berlangsung cukup lama.
“Sehari-hari ya seperti ini. Hanya ikan asap yang ada,” ujarnya.
Soal harapan perbaikan, Andriyanto mengaku tak menaruh ekspektasi besar. Baginya, yang terpenting adalah tetap bisa berjualan dan dagangannya terserap pasar.
“Soal dibenahi seperti apa, pemerintah yang lebih tahu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Tuban Eko Julianto tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait rencana penataan ulang Plaza Ikan.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama