Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Manekin Toko Pakaian di Tuban juga Wajib "Tutup Aurat", Demi Kekhusyukan Ibadah Ramadan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 26 Februari 2026 | 17:40 WIB

Defi Nafi’an tengah memasang display pakaian muslimah sebagaimana aturan yang telah ditetapkan dan menyesuaikan suasana bulan Ramadan.
Defi Nafi’an tengah memasang display pakaian muslimah sebagaimana aturan yang telah ditetapkan dan menyesuaikan suasana bulan Ramadan.

RADARTUBAN – Pemkab Tuban memperluas pengaturan aktivitas usaha selama Ramadan. Selain menutup tempat karaoke dan mewajibkan warung makan memasang tirai, pemkab kini juga mengatur penataan busana di toko-toko pakaian.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Tuban Sutaji mengatakan, seluruh pemilik gerai fesyen diminta menyesuaikan tampilan display produk demi menjaga kesantunan serta menghormati masyarakat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Menurut Sutaji, kebijakan tersebut bertujuan menciptakan suasana lingkungan yang harmonis selama Ramadan. Penataan pakaian yang dinilai kurang pantas di ruang publik, kata dia, berpotensi mengganggu estetika dan kekhusyukan ibadah.

“Kami meminta toko pakaian menampilkan display yang sesuai norma kesopanan. Hindari memajang baju yang kurang pantas di bagian depan. Jika ada barang dagangan yang kurang sesuai dengan momentum Ramadan, sebaiknya dipinggirkan atau disimpan sementara,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Selasa (24/2).

Dia menambahkan, pemilik toko juga disarankan menggunakan tirai penutup pada etalase tertentu, serupa dengan ketentuan bagi warung makan.

Langkah ini dimaksudkan agar pandangan masyarakat tidak terdistraksi oleh hal-hal yang dinilai dapat mengurangi kekhusyukan beribadah.

“Aturan ini pada dasarnya melanjutkan kebijakan tahun-tahun sebelumnya, yakni agar pusat perbelanjaan dan toko pakaian menata display menyesuaikan estetika dan budaya ketimuran,” kata Sutaji.

Terpisah, Supervisor Fashion Rena Factory, Defi Nafi’an mengatakan, pihaknya telah melakukan penyesuaian sejak awal Ramadan.

Dia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan tren pasar yang tengah bergeser ke busana yang lebih tertutup.

“Dengan atau tanpa aturan, kami memang memajang busana muslim sesuai suasana Ramadan karena idealnya seperti itu,” ujarnya.

Defi menjelaskan, pakaian yang bersifat terbuka untuk sementara dipindahkan ke bagian belakang toko.

Etalase utama kini difokuskan pada busana syariat dan pakaian koko yang permintaannya meningkat selama Ramadan.

“Untuk Ramadan, koleksi busana muslimah kami perbanyak. Selain menyesuaikan suasana, kebutuhan konsumen juga memang meningkat,” kata Defi.(saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#toko #busana #ramadan #pakaian