RADARTUBAN – Sehari setelah banjir bandang menerjang, warga di sejumlah wilayah di Tuban belum benar-benar bisa beristirahat.
Lumpur masih menempel di dinding rumah. Genangan air juga belum sepenuhnya surut. Senin (3/3), mereka kembali membersihkan sisa bah.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban mencatat, sedikitnya delapan desa di lima kecamatan terdampak air banjir.
Banjir datang sejak Senin (2/3) sore yang dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur berjam-jam sejak siang hingga menjelang petang.
Karena air melimpah, sungai tak mampu menampung. Aliran air pun menggenangi jalan dan pemukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji mengatakan, begitu laporan masuk, timnya langsung diterjunkan. Setelah dilakukan asesmen, evakuasi diprioritaskan di titik-titik yang genangannya tinggi.
Di lapangan, petugas melakukan penyedotan air dari rumah warga dan membersihkan lumpur. Sampah yang menyumbat saluran air juga diangkat. Normalisasi sungai dikebut agar aliran kembali lancar.
Sudarmaji menyebut setidaknya 80 rumah warga dan 6 fasilitas umum, meliputi sekolah hingga tempat ibadah yang terdampak banjir.
Mantan camat Grabagan itu menjelaskan, secara umum banjir terjadi karena debit air yang mengalir melebihi daya tampung sungai. Situasi diperparah dengan kiriman air dari wilayah perbukitan.
Minimnya vegetasi di kawasan tebing, lanjut dia, membuat air hujan tak tertahan. Aliran deras langsung turun ke wilayah yang lebih rendah.
“Sebetulnya persoalannya ada di atas (perbukitan, Red). Jika sistemnya tertata baik mulai dari daerah resapan hingga aliran penampung air di bawahnya, tentu masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan ancaman banjir,” bebernya.
Sudarmaji menambahkan, sebelum banjir terjadi, pihaknya telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan potensi bencana hidrometeorologi. Saat ini puncak musim penghujan masih berlangsung.
“Potensi bencana serupa masih bisa saja terjadi. Masyarakat kami imbau agar tetap waspada akan datangnya cuaca ekstrem,” pungkasnya. (an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama