Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Banjir Bandang Rusak Jalan Penghubung Ngino–Sambongrejo di Semanding Tuban

Andreyan (An) • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:25 WIB

Kondisi jalan penghubung Desa Ngino dan Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding pasca diterjang banjir bandang dua hari lalu. Sejumlah bagian jalan tampak terkikis, kemarin (4/3).
Kondisi jalan penghubung Desa Ngino dan Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding pasca diterjang banjir bandang dua hari lalu. Sejumlah bagian jalan tampak terkikis, kemarin (4/3).

RADARTUBAN – Tiga hari setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Tuban, genangan air memang telah surut.

Namun, kerusakan infrastruktur mulai terlihat. Salah satunya di jalan penghubung Desa Ngino dan Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, yang mengalami kerusakan pada bagian bahu jalan dan plengsengan.

Pantauan di lokasi, Selasa (4/3), menunjukkan pondasi sisi jalan terkikis arus deras. Sebagian plengsengan ambrol, menyisakan retakan di beberapa titik.

Suprianto, warga setempat, mengatakan, banjir bandang menjadi persoalan berulang setiap musim hujan.

Bahkan, dua hari lalu akses jalan tersebut sempat tidak dapat dilalui kendaraan. “Sebetulnya ini persoalan tahunan yang sampai saat ini belum bisa tertangani,” ujarnya.

Menurut dia, buruknya sistem saluran air di sekitar jalan poros menjadi penyebab utama luapan air. Saat hujan deras, aliran dari kawasan perbukitan meluber ke badan jalan.

Kondisi itu diperparah dengan posisi jalan yang hampir sejajar dengan area persawahan di sampingnya. Akibatnya, air dengan mudah membelah jalan ketika curah hujan tinggi.

“Setiap kali hujan, pasti alirannya deras membelah jalan ini. Biasanya jika hujannya deras ketinggian airnya bisa sampai hampir selutut,” katanya.

Warga lain, Teguh, menambahkan, perbaikan jalan di lokasi tersebut baru dilakukan sekitar satu tahun lalu. Plengsengan di sisi jalan bahkan belum genap dua tahun berdiri, namun kini sudah rusak.

“Semoga bisa segera ada solusi, apalagi ini salah satu jalur utama penghubung desa, bahkan jalur alternatif dari beberapa kecamatan. Jika rusaknya semakin parah akan banyak masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tuban Sudarmaji menyampaikan bahwa penanganan banjir di wilayah perbukitan Tuban memerlukan pendekatan menyeluruh.

“Jika sistemnya tertata baik mulai dari daerah resapan hingga aliran penampung air di bawahnya, tentu masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan ancaman banjir,” katanya.

Menurut dia, BPBD terus melakukan pemantauan wilayah rawan bencana. Fokus utama saat ini adalah langkah preventif sekaligus pemulihan pascabanjir yang terjadi beberapa hari terakhir.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #banjir #jalan #Semanding #jalan desa