RADARTUBAN – Menu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Palang beberapa hari lalu menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua dan guru. Itu menyusul ditemukannya menu roti gulung berbelatung.
Namun, tak satu pun yang berani memviralkan temuan MBG tak layak konsumsi tersebut.
DK, inisial salah satu orang tua siswa di Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang membenarkan kabar yang sempat menimbulkan kepanikan tersebut.
‘’Awalnya ada yang ngabari lewat WA—kalau roti gulungnya berulat, sehingga diimbau untuk tidak dimakan. Setelah saya cek, ternyata benar, sudah basi dan berulat. Benar-benar menjijikan, dan untungnya belum dimakan anak saya,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (9/3).
Hanya saja, terang dia, setelah kabar tersebut mencuat di kanal-kanal grup WA orang tua, pihak SPPG langsung bergerak cepat dan memberikan peringatan kepada semua orang tua dan guru untuk tidak mem-posting atau memviralkan temuan menu MBG tidak layak konsumsi tersebut.
‘’Setelah ada peringatan (untuk tidak memviralkan, Red), semua foto-foto dan percakapan terkait menu berulat tersebut langsung dihapus. Khawatir dipermasalahkan dan malah diperkarakan,’’ katanya.
Lebih lanjut, DK mengatakan, kejadian ditemukannya roti gulung berbelatung ini benar-benar meresahkan. Pasalnya, sulit bagi dirinya membayangkan jika menu tersebut dimakan anak-anak.
‘’Mungkin faktor-faktor seperti ini (menu basi—tidak layak konsumsi, Red) yang membuat anak-anak keracunan. Jujur, kondisi seperti ini sangat mengkhawatirkan. Banyak orang tua menjadi resah, tapi tidak berani menolak,’’ tandasnya.
Salah satu guru di Desa Wangun, Kecamatan Palang yang dikonfirmasi wartawan koran ini juga membenarkan kabar menu MBG tak layak dikonsumsi manusia tersebut. Kejadian itu terjadi pada Jumat (13/3).
Namun, menu roti gulung basi dan berbelatung itu baru diketahui orang tua siswa ketika di rumah.
‘’Karena puasa, sehingga baru dibuka saat di rumah. Setelah itu baru ramai (menjadi perbincangan di grup-grup WA, Red),’’ ujarnya.
Dia tidak bisa memastikan dari SPPG mana menu roti berbelatung tersebut. ‘’Saya tidak berani memastikan (dari SPPG mana, Red), tapi di sini ada SPPG Wangun,’’ ujarnya.
Lebih lanjut, dia juga membenarkan ihwal peringatan untuk tidak memviralkan temuan MBG berbelatung tersebut.
Alasannya, pihak SPPG siap bertanggung jawab dan mengganti dengan menu baru. ‘’Kayaknya tadi (kemarin, Red) sudah diganti dengan tambahan roti yang baru,’’ jelasnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tuban Aulia Rizqi belum bisa dikonfirmasi ihwal temuan menu MBG berbelatung di Desa Cepokorejo dan Wangun, Kecamatan Palang tersebut.
Pesan WhatsApp dan upaya telepon yang dilakukan wartawan koran ini tak kunjung direspons. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama