Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Layanan Jantung RSUD Koesma Tuban Tutup Sementara, IDIK dan ICCU Ikut Shut Down

Ahmad Atho’illah • Rabu, 11 Maret 2026 | 17:05 WIB

 

Surat pengunduran diri dokter spesialis jantung berakhir. Poli jantung RSUD Koesma Tuban terancam lumpuh.
Surat pengunduran diri dokter spesialis jantung berakhir. Poli jantung RSUD Koesma Tuban terancam lumpuh.

RADARTUBAN – Tutupnya layanan klinik jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban menyusul tidak adanya praktik dokter spesialis jantung turut berimbas pada pelayanan instalasi diagnostik intervensi kardio vaskuler (IDIK) serta layanan intensive cardio care unit (ICCU).

Senasib dengan klinik jantung, keduanya juga ikut shut down.

Pejabat pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban Abdul Rochman membenarkan turut ditutupnya pelayanan di IDIK dan ICCU tersebut.

Lantas, bagaimana nasib perawat di dua layanan kesehatan tersebut?

Rochman menyampaikan, perawat yang selama ini bertugas di IDIK dan ICCU untuk sementara ditugaskan di beberapa instalasi, meliputi instalasi IGD, instalasi rawat jalan, dan instalasi rawat inap.

‘’(Ditugaskan, Red) sementara sampai tanggal 24 Maret nanti,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (10/3).

Sebagaimana diketahui, RSUD resmi menutup sementara layanan klinik jantung dari tanggal 26 Februari-25 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil oleh manajemen RSUD lantaran tidak adanya komitmen praktik dari dokter Fani Suslina, satu-satunya dokter spesialis jantung yang dimiliki RSUD.

Selama ini, RSUD hanya membuka pelayanan poli jantung tiga hari (Senin-Rabu). Namun, dalam beberapa bulan terakhir tidak konsisten. Sering tidak full, sehingga pasien sering pulang dengan tangan kosong.

Ditanya terkait kepastian pengajuan resign dokter Fani, Rochman menyampaikan bahwa pengajuan resign yang bersangkutan masih dalam proses.

Artinya, belum ada keputusan final pengunduran diri.

‘’(Pengajuan resign, Red) masih dalam proses, tapi yang bersangkutan sudah tidak ke RSUD,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Rochman menyampaikan, klinik poli jantung ditargetkan kembali membuka praktik pada 25 Maret mendatang menyusul kedatangan dokter Hariman Kristian yang setelah menuntaskan pendidikan di China.

Rohman menambahkan, pasien penyakit jantung yang dirujuk ke RSUD dapat dialihken ke rumah sakit lain.

‘’Kalau rujukannya ke RSUD, nanti bisa dibantu petugas PIPP (pemberi informasi dan penanganan pengaduan) untuk dialihkan ke rumah sakit lain,’’ tandasnya.(tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#RSUD dr R Koesma #Klinik Jantung #Direktur #igd