Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ramadan, Jumlah Pendonor Darah di PMI Tuban Menurun Drastis

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 12 Maret 2026 | 17:30 WIB

 

Staff UDD PMI Tuban sedang menyusun dan memeriksa ketersediaan stok darah yang ada.
Staff UDD PMI Tuban sedang menyusun dan memeriksa ketersediaan stok darah yang ada.

RADARTUBAN – Bulan suci Ramadan membawa dampak signifikan terhadap tingkat partisipasi donor darah.

Humas UDD PMI Tuban Sarju Efendi mengungkapkan, jika di hari biasa rerata mampu memperoleh 25 hingga 30 pendonor. Kini—selama Ramadan merosot tajam menjadi 15-25 orang per hari.

Disampaikan Sarju, penurunan ini disebabkan oleh kecenderungan masyarakat yang lebih memfokuskan diri untuk menjada kondisi fisik demi kelancaran ibadah puasa dan khawatir jika tubuh akan lemas serta jatuh sakit.

‘’Hal ini membuat mereka cenderung menunda aktivitas donor hingga bulan Ramadan berakhir,” ujar Sarju kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Meski terdapat peningkatan drastis jumlah pendonor hingga mengalami overload pada Februari sebagai langkah persiapan stok, Sarju menyebut bahwa stok hasil donor tersebut memiliki masa simpan yang terbatas.

‘’Hasil donor persiapan Ramadan masih kami gunakan saat ini. Namun, minggu depan sudah tidak lagi bisa dipakai karena sudah memasuki masa kedaluwarsa," imbuhnya.

Guna menyiasati kondisi penurunan pendonor ini, UDD PMI Tuban telah melakukan penyesuaian jadwal operasional.

Jam pelayanan yang semula berakhir pukul 21.00 WIB, kini diperpanjang hingga pukul 21.30 WIB untuk memberi kesempatan bagi warga yang ingin mendonor menjelang berbuka puasa, setelah berbuka, atau setelah salat Tarawih.

Selain perubahan jam operasional, strategi jemput bola juga digencarkan pada minggu ketiga ramadan ini.

Lulusan Teknologi Bank Darah Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya ini menjelaskan, pihaknya tidak lagi hanya menunggu pendonor datang ke kantor.

‘’Kami aktif mendatangi masjid-masjid setelah salat Tarawih. Langkah ini diambil untuk mengumpulkan kantong darah sebanyak mungkin sebagai persiapan menghadapi masa mudik Lebaran,” katanya.

Tahun ini, terang Sarju, jauh lebih menantang dibanding Ramadan sebelumnya. Jika tahun lalu PMI mampu mengumpulkan setidaknya 500 kantong darah selama puasa, tahun ini jumlah yang terkumpul bahkan belum menyentuh angka 300 kantong.

Faktor cuaca disinyalir menjadi salah satu kendala para pendonor untuk datang ke UDD PMI.

‘’Tahun lalu waktu ngabuburit dan setelah Tarawih biasanya sangat ramai pendonor. Tapi sekarang, karena cukup sering hujan di malam hari, jumlah pendonor yang datang menjadi lebih landai," tandasnya. (saf/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #donor darah #pmi #ramadan