RADARTUBAN – Entah apa yang salah dengan konstruksi jalan lingkar selatan (JLS) Tuban. Kerusakan jalur ring road sepanjang kurang lebih 19 kilometer (km) ini seakan tidak pernah ada habisnya.
Satu titik diperbaiki, titik lain menyusul rusak parah. Bahkan, sebagian titik kembali rusak setelah diperbaiki. Begitu seterusnya.
Setelah tahun lalu digelontor anggaran perbaikan sebesar Rp 7,9 miliar dari perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2025.
Tahun ini, pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran perbaikan JLS dengan jumlah yang sama.
Merujuk laman sirup.inaproc.id, alokasi anggaran dengan nama paket rekonstruksi JLS paket III itu bersumber dari APBD 2026. Rencana titik pembangunan ulang jalan lingkar itu meliputi ruas Desa Tunah dan Tegalagung, Kecamatan Semanding.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Tuban Tri Mulyono membenarkan ihwal anggaran perbaikan JLS bersumber dari APBD murni tersebut.
Total anggaran yang disiapkan Rp 7,9 miliar. Sama persis seperti alokasi anggaran perbaikan tahun lalu. Sasaran perbaikan mencakup titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berat. ‘’Rencananya dilaksanakan dengan perkerasan kaku atau rigid beton,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (12/3).
Lantas, kapan proyek perbaikan JLS itu akan ditender? Pasalnya, hingga pertengahan Maret ini belum ada tanda-tanda lelang di laman SPSE.
‘’Insyaallah segera dilelang, kemarin kami sudah lapor ke pimpinan agar segera dilelang karena kerusakan jalan di ring road semakin hari semakin bertambah parah,’’ ujarnya.
Hanya saja, Triyono tidak menjelaskan secara detail—apakah proyek perbaikan JLS 2026 ini terbagi dalam dua paket seperti tahun lalu atau cukup satu paket.
Sejumlah titik di ruas jalan dari arah Desa Tunah, Kecamatan Semanding ke arah barat mengalami kerusakan cukup parah.
Di beberapa lokasi tampak lubang berdiameter besar dan badan jalan yang ambles. Kondisi ini menyulitkan kendaraan berat, terutama truk, saat melintas di jalur tersebut.
Salah satu titik kerusakan terparah di wilayah Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding. Jumat (6/3) sekitar pukul 11.00 WIB, kerusakan jalan di lokasi tersebut menyebabkan sebuah truk mengalami patah as roda.
Truk pengangkut sabun dari Surabaya menuju Semarang tersebut dikemudikan Tanto. Dia mengaku sudah berhati-hati saat melintasi ruas jalan tersebut karena kondisinya rusak dan sedikit menanjak.
Namun, saat mencoba melewati sisi kiri jalan untuk menghindari truk lain yang mogok di jalur kanan, roda kendaraannya justru masuk ke bagian jalan yang ambles. “Waktu saya lewati jalan itu, truk tidak mampu naik, kemudian as roda patah,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, truk bermuatan berat tersebut tidak bisa bergerak.
Tanto pun hanya bisa menunggu mekanik datang untuk melakukan perbaikan. “Ini masih menunggu mekanik datang,” katanya.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 13.00 WIB, sebuah truk gandeng dari arah Surabaya menuju Semarang juga mengalami kesulitan melintas di lokasi yang sama.
Roda kendaraan tersebut terjebak di bagian jalan yang ambles sehingga tidak mampu menanjak.
Seiring arus mudik yang tinggal dua pekan, kerusakan parah JLS di sejumlah titik menjadikan jalur ini tidak layak dijadikan jalur mudik Lebaran.(tok)
Editor : Yudha Satria Aditama