Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Arus Kendaraan dari Semarang Dialihkan ke Dalam Kota Tuban Imbas Perbaikan Jalan Lingkar Selatan

Andreyan (An) • Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:40 WIB

TERAPKAN REKAYASA LALIN: Kondisi lalu lintas di jalur ring road Tuban sehari sebelum penerapan rekayasa lalu lintas, kemarin (13/3).
TERAPKAN REKAYASA LALIN: Kondisi lalu lintas di jalur ring road Tuban sehari sebelum penerapan rekayasa lalu lintas, kemarin (13/3).

RADARTUBAN-Pemeliharan jalan lingkar selatan (JLS) Tuban berdampak pada pengaturan ulang arus kendaraan.

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tuban memberlakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di jalur yang dikenal sebagai ring road tersebut mulai Sabtu (14/3) hari ini.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban Ipda Rizky Dwi Prasetyo mengatakan, kebijakan itu diambil setelah dilakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban.

Hasilnya, lajur selatan atau sisi kiri ring road dari arah Surabaya dipastikan ditutup sementara.

“Penutupan jalur dilakukan untuk mendukung kelancaran proses perbaikan jalan agar berjalan optimal sekaligus mencegah kerusakan kembali setelah dilakukan perbaikan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Sebagai penggantinya, arus kendaraan dari arah Surabaya dialihkan melintasi lajur utara atau sisi kanan ring road yang sebelumnya digunakan kendaraan dari arah Semarang. Pada masa rekayasa ini, lajur utara diberlakukan satu arah dari timur menuju barat.

“Sisi lajur selatan atau kiri kami sterilkan total sampai titik di simpang empat SMPN 4 Tuban. Untuk kendaraan dari arah Surabaya tetap melintasi ring road, hanya saja kami alihkan melewati lajur utara atau sisi kanan,” jelas Rizky.

Sementara itu, kendaraan dari arah Semarang yang biasanya berbelok kanan setelah melewati simpang tiga Terminal Kambang Putih kini diarahkan masuk ke jalur dalam kota. Kendaraan dialihkan melalui Jalan RE Martadinata, kemudian menuju Jalan Panglima Sudirman, lalu berbelok ke kawasan Manunggal Utara dan Manunggal Selatan.

Rizky menuturkan, rekayasa lalu lintas tersebut mulai diberlakukan Sabtu (14/3) hingga waktu yang belum dapat dipastikan. Perkiraannya, pengalihan arus bisa berlangsung cukup lama menyesuaikan progres pekerjaan di lapangan.

“Belum bisa memastikan rekayasa ini akan berlaku sampai kapan, perkiraan bisa sampai empat hingga enam bulan ke depan tergantung situasi kondisi di lapangan,” katanya.

Dia menambahkan, pihak kepolisian akan melakukan evaluasi setelah dua pekan pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas pengaturan arus sekaligus melihat kemungkinan perbaikan ke depan.

“Kami akan lakukan evaluasi untuk meninjau kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan perbaikan ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, belum ada konfirmasi terkait jenis pemeliharaan JLS yang kerusakannya sepanjang kurang lebih 19 kilometer (km) yang seakan tidak pernah ada habisnya. Satu titik diperbaiki, titik lain menyusul rusak parah. Bahkan, sebagian titik kembali rusak setelah diperbaiki. Begitu seterusnya.

Setelah tahun lalu digelontor anggaran perbaikan sebesar Rp 7,9 miliar dari perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2025. Tahun ini, pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran perbaikan JLS dengan jumlah yang sama.

Merujuk laman sirup.inaproc.id, alokasi anggaran dengan nama paket rekonstruksi JLS paket III itu bersumber dari APBD 2026. Rencana titik pembangunan ulang jalan lingkar itu meliputi ruas Desa Tunah dan Tegalagung, Kecamatan Semanding.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Tuban Tri Mulyono membenarkan ihwal anggaran perbaikan JLS bersumber dari APBD murni tersebut. Total anggaran yang disiapkan Rp 7,9 miliar. Sama persis seperti alokasi anggaran perbaikan tahun lalu. Sasaran perbaikan mencakup titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berat.

"Rencananya dilaksanakan dengan perkerasan kaku atau rigid beton,’’ katanya.

Lantas, kapan proyek perbaikan JLS itu akan ditender? Pasalnya, hingga pertengahan Maret ini belum ada tanda-tanda lelang di laman SPSE.

"Insyaallah segera dilelang, kemarin kami sudah lapor ke pimpinan agar segera dilelang karena kerusakan jalan di ring road semakin hari semakin bertambah parah,’’ ujarnya.

Hanya saja, Triyono tidak menjelaskan secara detail—apakah proyek perbaikan JLS 2026 ini terbagi dalam dua paket seperti tahun lalu atau cukup satu paket.

Sejumlah titik di ruas jalan dari arah Desa Tunah, Kecamatan Semanding ke arah barat mengalami kerusakan cukup parah.

Di beberapa lokasi tampak lubang berdiameter besar dan badan jalan yang ambles. Kondisi ini menyulitkan kendaraan berat, terutama truk, saat melintas di jalur tersebut.

Salah satu titik kerusakan terparah di wilayah Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.(an/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Tuban #Semarang #Jalan Lingkar Selatan #arus kendaraan #JLS #ring road