RADARTUBAN – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Polres Tuban mulai memetakan potensi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur lintasan pemudik di wilayah Bumi Wali.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan selama masa mudik Lebaran.
Selain menyiapkan personel dalam jumlah besar melalui Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung pada 13–25 Maret, kepolisian juga mendirikan sejumlah pos pengamanan di titik-titik strategis.
Pos-pos tersebut difokuskan di wilayah perbatasan yang menjadi pintu masuk dan keluar Kabupaten Tuban.
Kapolres Tuban AKBP Alaiddin mengatakan, total 180 personel dari Polres Tuban dan unsur gabungan akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan selama 13 hari pelaksanaan operasi.
Untuk mendukung pengawasan arus mudik, disiapkan tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan.
Tiga pos pengamanan ditempatkan di perbatasan Tuban–Bojonegoro di Kecamatan Soko, perbatasan Tuban–Lamongan di Kecamatan Widang, serta perbatasan Tuban–Rembang di wilayah Kecamatan Bancar.
Adapun pos pelayanan ditempatkan di kawasan Alun-Alun Tuban.
Menurut Alaiddin, pola penempatan pos pengamanan tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu sejumlah pos banyak dipusatkan di kawasan objek wisata, tahun ini pengamanan difokuskan pada titik-titik perbatasan yang menjadi jalur utama perlintasan pemudik.
“Penempatan pos tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu pos banyak dipusatkan di sejumlah tempat wisata, sedangkan tahun ini difokuskan di sejumlah titik perbatasan,” ujar Alaiddin.
Meski demikian, kawasan wisata tetap menjadi perhatian aparat kepolisian. Pengawasan dilakukan melalui patroli rutin untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Menurut Alaiddin, titik kerawanan bersifat dinamis sehingga pengamanan dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan waktu-waktu rawan.
Salah satu perhatian adalah meningkatnya jumlah rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik.
“Kalau titik kerawanan itu secara tentatif, maka kita membagi patroli rutin yang hanya merubah jam-jam rawan saja. Terutama banyak rumah kosong yang ditinggalkan pemudik tentu patroli akan lebih digencarkan,” katanya.
Selain pengamanan lalu lintas dan lingkungan, Polres Tuban juga membuka layanan penitipan kendaraan bagi warga yang akan mudik.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dengan membawa fotokopi bukti kepemilikan kendaraan.
“Kendaraan bisa dititipkan di polsek terdekat atau di Mapolres Tuban. Ada baiknya jika hendak mudik bisa menginformasikan ke polsek terdekat agar bisa termonitoring pemantauan pengamanan,” ujar Alaiddin.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama