RADARTUBAN - Juventus membuat keputusan tak biasa jelang pramusim. Alih-alih kembali ke kamp tradisional di Jerman, klub raksasa Serie A Italia itu justru memilih jalur berbeda: tur musim panas ke Australia dan Hong Kong.
Kabar ini dikonfirmasi jurnalis terpercaya Romeo Agresti melalui unggahan di akun X miliknya.
“Juventus akan menjalani tur musim panas ke Australia dan Hong Kong. Mereka tidak akan kembali ke kamp Adidas di Herzogenaurach, Jerman.” tulis Romeo Agresti.
Keputusan ini langsung memantik perhatian. Juventus seperti sedang menggeser orientasi—dari rutinitas lama menuju strategi yang lebih global.
Tinggalkan Tradisi Herzogenaurach
Selama bertahun-tahun, Juventus identik dengan kamp pelatihan di Herzogenaurach, markas besar Adidas di Jerman.
Tempat itu bukan sekadar lokasi latihan, tetapi simbol kedisiplinan dan persiapan serius menghadapi musim baru.
Kini, tradisi tersebut ditinggalkan. Langkah ini bukan tanpa risiko. Kamp di Jerman dikenal memberikan lingkungan ideal untuk fokus penuh—jauh dari gangguan komersial dan tekanan publik.
Sementara tur pramusim cenderung padat agenda non-teknis, mulai dari promosi hingga aktivitas sponsor.
Asia dan Australia, Pasar yang Menggoda
Di sisi lain, keputusan ini masuk akal jika dilihat dari sudut bisnis. Asia dan Australia adalah pasar besar yang terus berkembang bagi klub-klub Eropa.
Dengan datang langsung ke kota seperti Hong Kong dan destinasi di Australia, Juventus tak hanya membawa tim, tetapi juga memperluas jangkauan brand.
Interaksi dengan fans, penjualan merchandise, hingga eksposur media menjadi nilai tambah yang sulit didapat dari kamp tertutup di Eropa.
Ini bukan lagi sekadar pramusim. Ini bagian dari strategi global.
Antara Komersial dan Kesiapan Tim
Namun, pertanyaan klasik kembali muncul: apakah tur seperti ini mengorbankan kesiapan tim?
Pramusim idealnya digunakan untuk membangun chemistry, mengasah taktik, dan meningkatkan kondisi fisik pemain.
Jadwal tur yang padat berpotensi mengganggu fokus tersebut.
Di sinilah peran staf pelatih akan diuji. Mereka harus mampu menyeimbangkan dua kepentingan: performa tim dan tuntutan komersial klub.
Sinyal Juventus Sedang Berubah
Keputusan meninggalkan Herzogenaurach dan memilih tur lintas benua memberi sinyal kuat bahwa Juventus sedang bertransformasi.
Klub ini tidak lagi hanya berpikir soal lapangan, tetapi juga posisi mereka dalam industri sepak bola global.
Musim baru belum dimulai, tetapi arah Juventus sudah terlihat. Lebih terbuka, lebih agresif secara bisnis—dan tentu saja, lebih berani mengambil risiko. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama