RADARTUBAN – Tepat selepas Lebaran. Per Rabu (25/3) lalu, klinik jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban memulai lembaran baru. Setelah shut down—menutup pelayanan hampir satu bulan, poliklinik kardiologi rumah sakit daerah ini kembali membuka praktik. Itu menyusul kehadiran dokter Hariman Kristian setelah menuntaskan pendidikan di China.
Pejabat pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban Abdul Rochman membenarkan bahwa dokter Hariman sudah pulang dan kembali praktik sebagai dokter spesialis jantung RSUD.
"Per 25 Maret 2026 klinik jantung kembali aktif,’’ katanya.
Kendati hanya satu dokter—setelah satu dokter lainnya menggundurkan diri, kali ini praktik klinik jantung berlangsung lima hari (Senin-Jumat) dari beberapa bulan terakhir hanya tiga hari (Senin-Rabu).
Baca Juga: Pelayanan Kacau, Klinik Jantung RSUD Koesma Tuban Ditutup Sementara Mulai 26 Februari
Meski demikian, terang Rochman, jumlah dokter spesialis jantung yang dibutuhkan masih kurang. Idealnya, untuk pelayanan lebih optimal membutuhkan tiga dokter. Karena itu, pihaknya masih berusaha menambah dua dokter lagi.
"Sebenarnya sudah ada tambahan dua dokter, tapi masih menunggu STR-nya (surat tanda register),’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Lantas, kapan STR kedua dokter tambahan tersebut terbit, Rochman menargetkan pertengahan April mendatang. Artinya, paling lambat sebulan lagi sudah ada tambahan dua dokter, sehingga pasien jantung di Tuban bisa lebih tenang. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir ini pelayanan klinik jantung RSUD dr. R. Koesma Tuban sangat kacau. Gegara klinik jantung ditutup, pasien tidak bisa dirujuk ke RSUD.
"Semoga pertengahan April nanti STR-nya (tambahan dua dokter spesialis jantung, Red) sudah keluar,’’ tandasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, klinik jantung RSUD sempat ditutup kurang lebih satu bulan menyusul mundurnya satu-satunya dokter spesialis yang dimiliki RSUD. Dan, akibat penutupan sementara klinik jantung, pelayanan instalasi diagnostik intervensi kardio vaskuler (IDIK) serta layanan intensive cardio care unit (ICCU) juga ikut shut down. Perawat yang bertugas di IDIK dan ICCU diperbantukan di instalasi IGD, instalasi rawat jalan, dan instalasi rawat inap.(tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni