RADARTUBAN - Bagi Hilda Tanti Novia Jelita, kesehatan tidak berhenti pada kondisi fisik semata. Ada sisi lain yang tak kalah penting, yakni kesehatan jiwa, yang menurutnya harus mendapat perhatian serius. Terutama di kalangan generasi muda.
Mahasiswi Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban itu memilih menekuni bidang keperawatan jiwa sebagai ruang untuk memperdalam pemahamannya tentang kesehatan mental. Ketertarikan tersebut sekaligus menjadi jalan baginya untuk berkontribusi lebih luas di tengah meningkatnya persoalan psikologis di kalangan remaja.
Baca Juga: Alisa Widia Putri, Duta Inklusi dari Tuban yang Gaungkan Kesetaraan di Kalangan Remaja
Hilda menilai, kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan zaman. Perannya sebagai Duta Genre Kabupaten Tuban turut memperkuat komitmen tersebut. Dia tidak hanya menjadi figur representatif, namun juga berupaya hadir sebagai konselor sebaya bagi remaja.
“Di bidang keperawatan jiwa ini aku jadi lebih memahami kesehatan mental. Ini juga selaras dengan tugasku untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi remaja lain,” ujarnya.
Perempuan 20 tahun asal Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding itu mengaku sempat ragu ketika memutuskan menekuni dunia kesehatan. Namun, dorongan orang tua justru membawanya menemukan jalan pengabdian yang kini dijalaninya.
Baginya, profesi tenaga kesehatan bukan sekadar pekerjaan, melainkan jembatan untuk memberi manfaat bagi sesama. Dia menekankan, selain kemampuan akademik, aspek kemanusiaan menjadi hal utama yang harus dimiliki.
“Yang paling penting adalah ketulusan dan keikhlasan. Ketika berhadapan dengan manusia, sisi kemanusiaan harus didahulukan,” katanya.
Menurut Hilda, keterampilan teknis dalam menangani kesehatan fisik dapat dipelajari melalui pendidikan formal. Namun, empati untuk memahami dan membantu kesehatan jiwa merupakan panggilan yang tumbuh dari dalam diri.
Melalui peran gandanya sebagai mahasiswi keperawatan dan figur di kalangan remaja, Hilda terus mengampanyekan pentingnya kesehatan mental serta gaya hidup sehat. Dia memandang keduanya sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang tangguh.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama