Cara Pengguna Mobil Listrik Hemat Biaya Hingga 70 Persen saat Mudik

Jeny Tri Kurnia Putri • Dipublikasikan Senin, 30 Maret 2026 | 19:58 WIB
Ilustrasi seorang pemudik tengah melakukan pengisian daya di salah satu SPKLU tol Trans Jawa. (Freepik)
Ilustrasi seorang pemudik tengah melakukan pengisian daya di salah satu SPKLU tol Trans Jawa. (Freepik)

RADARTUBAN - Tren mudik Lebaran 2026 mulai bergeser. Tidak lagi sekadar mengejar waktu sampai di kampung halaman, kenyamanan dan efisiensi biaya kini menjadi prioritas utama.

Hal ini dirasakan langsung oleh sejumlah pemudik yang memilih menggunakan kendaraan listrik untuk menempuh perjalanan jauh.

Bayu Munggara, salah satu pemudik asal Tangerang, mengaku sangat puas dengan keputusannya memboyong keluarga pulang kampung ke Kuningan menggunakan mobil listrik. Faktor ekonomi menjadi alasan paling krusial.

Baca Juga: Bahaya Tersembunyi Mobil Listrik Ditemukan KNKT, Begini Tanggapan Pemerintah

Jika biasanya ia harus merogoh kocek dalam-dalam untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), kini biaya operasionalnya terpangkas drastis.

“Biasanya untuk pulang kampung menghabiskan biaya Rp 1 juta untuk bahan bakar. Namun kali ini hanya merogoh kocek tak lebih dari Rp 300 ribu untuk perjalanan Tangerang-Kuningan pulang pergi,” ungkap Bayu.

Selain lebih ramah di kantong, penggunaan mobil listrik memberikan ketenangan tersendiri di tengah fluktuasi harga energi global.

Bayu mengaku kini tidak lagi merasa was-was dengan isu kenaikan harga bahan bakar yang sering terjadi menjelang musim mudik.

“Dengan penggunaan listrik ini, kita tidak khawatir yang namanya harga BBM. Kita worry-free, jadi tidak ada kekhawatiran kenaikan BBM,” imbuhnya.

Sependapat dengan Bayu, Andre Tilov yang melakukan perjalanan libur Lebaran menuju Yogyakarta juga merasa terbantu dengan masifnya infrastruktur pendukung. 

Dia menilai keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang tol Trans Jawa sudah sangat memadai, sehingga kekhawatiran akan kehabisan daya di tengah jalan bisa diminimalisir.

Berdasarkan data operasional, terdapat sekitar 86 titik SPKLU yang tersebar dari Jakarta hingga Yogyakarta.

Secara total, untuk jalur mudik lintas Sumatera, Jawa, dan Bali, telah tersedia 1.681 unit SPKLU yang siap melayani pemudik. Di setiap rest area setidaknya terdapat 10 hingga 15 stasiun pengisian daya.

Pihak PLN memprediksi peningkatan pengguna mobil listrik pada musim mudik tahun ini mencapai 1,6 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hal ini sejalan dengan data Gaikindo yang mencatat pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia kini telah menyentuh angka 15 persen.

Baca Juga: Bupati Tuban Mas Lindra Tegas Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran

Bagi masyarakat yang ingin menyusul menggunakan kendaraan listrik, disarankan untuk tetap cerdas merencanakan perjalanan.

Penggunaan aplikasi pendukung sangat dianjurkan untuk memonitor titik-titik pengisian daya agar perjalanan tetap lancar dan aman hingga tujuan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Hemat Biaya Mobil Listrik spklu