RADARTUBAN – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban akhirnya angkat bicara terkait kasus kematian sapi mendadak yang terjadi di Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang.
Di tengah keluhan warga yang mengaku tidak tersentuh vaksinasi, dinas memastikan bahwa program vaksinasi dan edukasi telah dilakukan di berbagai wilayah.
Vaksinasi Diklaim Jalan, 15 Ribu Dosis Disalurkan
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P Tuban, Pipin Diah Larasati, menyatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan sekitar 15 ribu dosis vaksin PMK ke 20 kecamatan di Kabupaten Tuban.
Baca Juga: Peternak Tuban Nilai Penanganan PMK Kini Kalah Efektif Dibanding Era Soeharto
“Vaksinasi sudah kami laksanakan mulai akhir Februari hingga Maret, dengan jeda libur Lebaran,” ujarnya.
Selain vaksinasi, petugas juga melakukan kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat.
Namun, Pipin mengakui belum dapat merinci distribusi dosis hingga tingkat desa atau kelurahan.
Baru 6 Persen dari Total Populasi Sapi
Dari total populasi sapi di Tuban yang diperkirakan mencapai 250 ribu ekor, jumlah vaksin yang tersedia baru mencakup sekitar 6 persen saja.
Artinya, masih banyak ternak yang belum tersentuh vaksinasi.
Vaksin pun hanya diberikan kepada hewan dalam kondisi sehat, karena ternak yang sudah sakit parah dinilai tidak akan merespons vaksin secara optimal.
Warga Mengaku Tak Tersentuh Vaksin
Di sisi lain, sejumlah warga mengaku belum pernah menerima vaksinasi untuk ternaknya.
Didik, salah satu warga Desa Cepokorejo, mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan vaksinasi di desanya.
“Sapi saya sehat, tapi tidak dapat vaksin. Kami juga tidak tahu kalau ada kegiatan vaksinasi,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ambar. Ia bahkan kehilangan satu ekor sapi miliknya yang mati setelah sakit selama sepekan.
“Februari lalu sapi saya masih sehat dan tidak ada vaksin. Seminggu lalu sakit, lalu mati,” tuturnya dengan nada sedih.
Sapi tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp25 juta. Ia juga mengaku tidak menerima bantuan dari pemerintah atas kerugian tersebut.
Baca Juga: Kasus PMK di Tuban Diduga Lebih Banyak dari Data, Komisi III DPRD Sambangi Disnak Jatim
Distribusi Terbatas, Tidak Semua Kebagian
Salah satu perangkat Desa Cepokorejo membenarkan adanya kegiatan vaksinasi pada Februari lalu. Namun, ia mengakui tidak semua ternak warga mendapatkan jatah vaksin.
“Memang tidak semua disuntik vaksin. Tapi kegiatan vaksinasi ada,” ujarnya.
Keterbatasan Petugas Jadi Kendala
Pipin menambahkan, selain vaksinasi, petugas juga melakukan surveilans atau pemantauan kasus di lapangan. Namun, keterbatasan jumlah petugas menjadi tantangan tersendiri.
Dengan cakupan 328 desa/kelurahan di Kabupaten Tuban, pengawasan belum dapat dilakukan secara maksimal.
Karena itu, pihaknya berharap masyarakat turut aktif melaporkan kondisi ternak sejak dini.
“Kami berharap laporan tidak disampaikan saat ternak sudah parah, karena akan sulit ditangani,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, DKP2P menegaskan akan terus berupaya maksimal dalam menangani penyebaran PMK.
“Penanganan ini membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat,” tandasnya. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama