RADARTUBAN – Belum genap sebulan diterapkan, rekayasa lalu lintas di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban mulai menuai dampak serius di lapangan.
Jalur yang sebelumnya terdiri dari dua lajur kini dipersempit menjadi satu, namun tetap dilintasi kendaraan dari dua arah. Kondisi ini memicu kecemasan pengguna jalan dan beberapa kali berujung kecelakaan.
Jalur Menyempit, Risiko Meningkat
Perubahan skema lalu lintas membuat pengendara harus berbagi ruang dalam jalur yang terbatas. Situasi ini dinilai tidak lazim dan berpotensi membahayakan, terutama saat arus kendaraan padat.
Baca Juga: Tabrak Truk Parkir Liar di JLS Tuban, Pemotor Tewas di Tempat
Di lapangan, konflik antar kendaraan kerap terjadi, terutama di titik-titik pertemuan arus.
Evaluasi Tunggu Satu Bulan
Meski potensi risiko sudah terlihat, Satlantas Polres Tuban belum akan melakukan evaluasi dalam waktu dekat.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban, Ipda Rizky Dwi Prasetyo, menyebut evaluasi baru akan dilakukan setelah satu bulan penerapan.
“Rencananya setelah satu bulan baru akan dilakukan evaluasi. Untuk dua bulan berikutnya kami juga akan koordinasi dengan DLHP,” ujarnya.
Pelanggaran Masih Tinggi
Dari pemantauan selama dua pekan terakhir, polisi mencatat tingkat kepatuhan pengendara masih rendah.
Sejumlah pelanggaran masih ditemukan, yang secara langsung meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kesadaran berlalu lintas dan tingkat kepatuhan terhadap aturan berkendara masih menjadi catatan. Pelanggaran tentu meningkatkan risiko kecelakaan,” kata Rizky.
Truk Berat Masih Nekat Melanggar
Rekayasa lalu lintas ini diterapkan seiring adanya pekerjaan pemeliharaan di salah satu sisi jalan. Arus kendaraan dari arah Surabaya dialihkan ke sisi kanan ring road.
Sementara itu, kendaraan dari arah Semarang yang sebelumnya belok kanan di simpang tiga Terminal Kambang Putih kini diarahkan lurus melalui Jalan RE Martadinata, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Manunggal.
Namun di lapangan, aturan ini belum sepenuhnya dipatuhi. Sejumlah kendaraan, termasuk truk bermuatan berat, masih nekat belok kanan di simpang Terminal Kambang Putih menuju ring road.
Baca Juga: Puncak Mudik di Tuban Diprediksi 18–19 Maret, Kepadatan di JLS Diklaim Relatif Terkendali
Volume Kendaraan Naik Pasca Lebaran
Situasi kian kompleks setelah kendaraan angkutan berat kembali beroperasi dalam dua hari terakhir, menyusul berakhirnya pembatasan selama Lebaran.
Lonjakan volume kendaraan membuat kepadatan sulit dihindari, sekaligus memperbesar potensi kecelakaan di jalur tersebut. (an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama