RADARTUBAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban merespons kelangkaan elpiji tiga kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah.
Komisi III DPRD Tuban, Rabu (2/4), memanggil agen elpiji dan perwakilan Pertamina Patra Niaga untuk mengurai penyebab kondisi tersebut.
Kelangkaan gas bersubsidi itu dikeluhkan masyarakat sejak sebelum Lebaran hingga setelahnya.
Sejumlah laporan bahkan ramai beredar di media sosial, memperlihatkan antrean hingga kerumunan warga yang berebut tabung elpiji.
Baca Juga: Stok Elpiji 3 Kg Diklaim Aman, Warga Tuban Mengaku Masih Sulit Dapat
Ketua Komisi III DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo mengatakan, persoalan tersebut harus segera mendapat solusi agar tidak berulang setiap tahun.
“Kami meminta ini segera ada solusi, supaya ada penyelesaian karena setiap menjelang Lebaran dan setelahnya selalu terjadi kelangkaan,” ujarnya saat memimpin rapat di ruang paripurna DPRD Tuban.
Dalam rapat tersebut, DPRD mempertanyakan sejumlah aspek, mulai dari kecukupan kuota, distribusi, hingga ketepatan sasaran penggunaan elpiji bersubsidi.
Berdasarkan data, alokasi elpiji untuk Tuban mencapai 14.850.000 tabung per tahun. Dengan jumlah kepala keluarga sekitar 313.132, rata-rata setiap keluarga hanya memperoleh sekitar 47 tabung per tahun atau 3–4 tabung per bulan.
“Artinya dalam satu bulan itu setiap KK hanya mendapatkan tiga sampai empat tabung, ini cukup atau tidak,” kata Tulus.
Dia menilai, persoalan tersebut perlu diurai secara menyeluruh, baik dari sisi distribusi maupun pemanfaatan. Jika memang kuota dinilai kurang, DPRD mendorong adanya penambahan alokasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban Agus Setiawan mengatakan, kondisi di Tuban relatif lebih baik dibandingkan daerah lain seperti Bojonegoro dan Blora. Namun demikian, pengawasan tetap perlu diperketat.
Menurut dia, masih ditemukan penggunaan elpiji bersubsidi oleh pelaku usaha yang seharusnya tidak berhak, seperti laundry dan restoran.
“Karena masih banyak laundry atau restoran yang masih menggunakan tabung gas elpiji,” ujarnya.
Dia menegaskan, ke depan pengawasan akan diperkuat, termasuk di tingkat agen, agar distribusi elpiji tepat sasaran.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang Untuk Bahas Elpiji dan BBM Jelang Libur Nataru
Perwakilan Pertamina Patra Niaga Ardiansyah menyatakan, secara nasional ketersediaan elpiji dalam kondisi aman. Dia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Pertamina memastikan selama Maret Tuban sudah mendapatkan tambahan kuota, bahkan lebih banyak daripada kuota harian pada bulan biasanya,” katanya.
Terkait kemungkinan penambahan kuota, dia menyebut hal tersebut bukan kewenangan Pertamina. Penetapan alokasi berada di tangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. “Kami hanya menyalurkan kuota sebagaimana yang telah ditetapkan,” ujarnya.(fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama