Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jalan Salib di Gereja Santo Petrus Tuban, Menghidupkan Luka Lama untuk Memaknai Paskah

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 3 April 2026 | 20:42 WIB
Jemaat Gereja Santo Petrus Tuban melakukan visualisasi Jalan Salib sebagai rangkaian peringatan Paskah memeringati kebangkitan Yesus Kristus, Jumat (3/4).
Jemaat Gereja Santo Petrus Tuban melakukan visualisasi Jalan Salib sebagai rangkaian peringatan Paskah memeringati kebangkitan Yesus Kristus, Jumat (3/4).

 RADARTUBAN-Bukan sekadar teatrikal. Visualisasi Jalan Salib yang digelar Jumat (3/4) pagi di kompleks Gereja Paroki Santo Petrus Tuban menjadi cara umat Kristiani menghidupkan kembali luka dan duka penyaliban Yesus.

Suara cambuk yang sesekali memecah keheningan, menghadirkan suasana dramatik.

Jemaat seolah diajak mundur ribuan tahun silam—pada sosok Yesus dengan mahkota duri yang tertatih memikul salib kayu menuju Golgota.

Baca Juga: Ribuan Jemaat Ikuti Misa Natal 2025 di Tuban, Gereja Santo Petrus Penuh

Agenda tahunan ini bukan sekadar rutinitas. Lebih dari itu, prosesi ini menjadi bentuk pengenangan atas pengorbanan Yesus bagi umat manusia.

“Ini adalah peritiwa iman bagi kami,” ujar Ketua Panitia Perayaan Paskah Vinansius Veltius Lase, Jumat (3/4).

Melalui visualisasi ini, kata dia, umat diajak melihat kembali prosesi penyaliban.

Baca Juga: Ribuan Jemaat Ikuti Misa Natal 2025 di Tuban, Gereja Santo Petrus Penuh

Dimulai saat Yesus dihadapkan pada imam besar hingga kerelaan-Nya menebus dosa manusia

Menurutnya, persiapan kegiatan ini tidak sederhana. Panitia membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mematangkan konsep hingga kesiapan liturgi.

Dia menegaskan, persiapan tersebut hanyalah bagian luar. Esensi utama Paskah terletak pada kesiapan batin umat.

Dalam tradisi Katolik, umat lebih dulu menjalani sakramen pertobatan sebelum memasuki puncak perayaan Paskah.

Tujuannya, membersihkan hati dan pikiran agar selaras dengan makna kebangkitan.

“Tujuannya agar perbuatan, perasaan, dan emosi dari para umat ini harmoni dengan peristiwa Paskah. Dibutuhkan kelayakan dan kepantasan diri untuk menyambut kebangkitan-Nya,” tegasnya.

Visualisasi Jalan Salib ini menjadi awal dari rangkaian ibadah Jumat Agung. Sebelumnya, umat telah menjalani sejumlah tahapan dalam Pekan Suci.

Dimulai dari Minggu Palma sebagai pembuka, dilanjutkan Kamis Putih untuk mengenang perjamuan terakhir, Jumat Agung memperingati wafat Yesus, Sabtu Vigili sebagai penyambutan kebangkitan, hingga puncaknya pada Minggu Paskah.

“Liturgi yang pantas sudah kami siapkan sebagai ekspresi kemeriahan hati. Perasaan yang tadinya sedih karena kematian Yesus akan berubah menjadi gembira karena kebangkitan-Nya,” tandasnya.(*)

 

Editor : Dwi Setiyawan
#santo petrus #paskah #yesus kristus