RADARTUBAN – Dua pekan setelah Lebaran, aktivitas donor darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban mulai menunjukkan pemulihan. Namun, peningkatan tersebut belum mampu membawa ketersediaan darah ideal.
Hingga Rabu (3/4), stok darah yang tersimpan tercatat sebanyak 228 kantong. Jumlah ini meningkat dibandingkan selama Ramadan, namun masih dinilai belum mencukupi kebutuhan.
Humas UDD PMI Tuban Sarju Efendi mengatakan, jumlah pendonor kini berangsur normal setelah sempat turun signifikan. Selama Ramadan, pendonor hanya berkisar 10 hingga 15 orang per hari. Sementara saat ini meningkat menjadi 28 hingga 30 orang per hari.
Baca Juga: Prosedur Donor Darah yang Sering Diabaikan Pendonor, PMI Tuban Tegaskan Hal Ini
“Selama Ramadan pendonor hanya 10 sampai 15 orang. Saat ini sudah naik dua kali lebih banyak dan kembali normal di angka 28 sampai 30 per hari,” ujarnya.
Meski demikian, Sarju menilai donor darah belum sepenuhnya menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat. Rendahnya literasi terkait manfaat donor darah menjadi salah satu faktor utama.
Dia menyebut, sebagian masyarakat, terutama di wilayah perdesaan, masih ragu atau belum memahami manfaat donor darah secara rutin. Padahal, kegiatan ini tidak hanya membantu sesama, namun juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor.
“Kemungkinan banyak yang belum tahu manfaatnya, terlebih warga di desa. Padahal, donor darah bukan sekadar membantu sesama, tapi juga bermanfaat untuk regenerasi sel darah merah,” kata Sarju.
Untuk mencapai kondisi stok darah yang ideal, diperlukan partisipasi pendonor sukarela secara rutin, setidaknya setiap tiga bulan sekali.
Dia membandingkan dengan Kota Surabaya, yang mampu mengumpulkan hingga 200 kantong darah per hari karena donor darah telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Selain itu, belum optimalnya kegiatan donor darah melalui mobile unit juga memengaruhi ketersediaan stok. Sejumlah instansi dan perusahaan masih dalam suasana halal bihalal, sehingga kegiatan donor belum berjalan maksimal.
“Belum terlalu efektif karena beberapa instansi maupun perusahaan masih dalam momen halal bihalal. Minggu kedua April kami akan usahakan untuk mengamankan stok,” ujarnya.
Saat ini, pendonor di Tuban masih didominasi oleh pegawai instansi pemerintah dan karyawan perusahaan. Sementara itu, partisipasi masyarakat umum masih perlu ditingkatkan melalui edukasi.
PMI Tuban berharap donor darah dapat dipandang sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus kebutuhan kesehatan pribadi.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama