Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

DPRD Tuban Siap Sidak Gas Elpiji 3 Kg, Cek Harga dan Distribusi di Lapangan

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 7 April 2026 | 08:03 WIB
DPRD Tuban bersama Pertamina dan Diskopumdag akan sidak elpiji 3 kg untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan harga sesuai HET. (RADAR TUBAN)
DPRD Tuban bersama Pertamina dan Diskopumdag akan sidak elpiji 3 kg untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan harga sesuai HET. (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Komisi III DPRD Tuban bersiap turun ke lapangan menyusul polemik ketersediaan dan harga elpiji 3 kilogram.

Setelah rapat gabungan pada Kamis (2/4), komisi ini bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban serta Pertamina Patra Niaga berencana inspeksi mendadak (sidak).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi gas subsidi berjalan sesuai ketentuan sekaligus memantau harga di tingkat pangkalan dan masyarakat. Hasil sidak akan menjadi dasar tindak lanjut oleh instansi terkait.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Langka, DPRD Tuban Panggil Agen dan Pertamina

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ketua Komisi III DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo mengatakan, sidak akan difokuskan pada penggunaan elpiji 3 kilogram agar tepat sasaran. Tabung subsidi tersebut seharusnya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro.

Mereka adalah warung makanan, penyedia makanan keliling, kedai minuman, kedai obat tradisional, petani, dan nelayan sasaran. Sementara yang tidak boleh restoran, laundry, dan usaha di luar enam kategori tersebut. ‘’Itu yang akan menjadi sasaran sidak kami,” ujarnya.

Selain menyasar pengguna, tim juga akan memeriksa pangkalan elpiji untuk memastikan penjualan sesuai harga eceran tertinggi (HET). Hal ini menyusul laporan kenaikan harga yang mencapai Rp 35 ribu per tabung dalam sepekan terakhir. “Kami ingin memastikan pangkalan tidak mengambil keuntungan berlebih,” kata Tulus.

Dia menegaskan, persoalan kelangkaan dan lonjakan harga elpiji harus segera diselesaikan. DPRD sebelumnya memberi tenggat waktu tujuh hari kepada pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskopumdag Tuban Agus Setiawan mengatakan, kesiapan pihaknya berkoordinasi dengan Pertamina dan Satpol PP untuk melakukan penertiban. “Dari sisi kewenangan, dinas tidak bisa memberikan sanksi langsung. Jika ada pelanggaran, akan kami teruskan ke instansi terkait,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, harga elpiji 3 kilogram di lapangan saat ini berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per tabung, di atas harga yang seharusnya. Kenaikan dipicu lonjakan permintaan menjelang Lebaran.

Pihaknya juga telah mengimbau agen agar memastikan distribusi hanya untuk rumah tangga dan usaha mikro, serta tidak menjual dengan harga berlebih.

Perwakilan Pertamina Patra Niaga, Andriansyah menyatakan pihaknya siap mendukung pengawasan bersama. Jika ditemukan penggunaan elpiji subsidi oleh usaha yang tidak berhak, maka akan diarahkan beralih ke tabung nonsubsidi.

“Misalkan ditemukan usaha yang tidak seharusnya menggunakan elpiji 3 kilogram, akan diminta mengganti ke tabung nonsubsidi, seperti 5,5 kilogram atau 12 kilogram,” ujarnya.(fud/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#DPRD #Tuban #langka #gas elpiji