Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rekayasa Lalu Lintas JLS Tuban Kembali Makan Korban, Pemotor Tewas

Andreyan (An) • Selasa, 7 April 2026 | 15:03 WIB
Petugas Satlantas Polres Tuban melakukan olah TKP kecelakaan di jalur ring road titik penyebrangan Desa Kembangbilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, kemarin (6/4).  (SATLANTAS POLRES TUBAN UNTUK RADAR TUBAN)
Petugas Satlantas Polres Tuban melakukan olah TKP kecelakaan di jalur ring road titik penyebrangan Desa Kembangbilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, kemarin (6/4).  (SATLANTAS POLRES TUBAN UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Alih-alih memberi rasa aman, rekayasa lalu lintas di jalan lingkar selatan (JLS) Tuban justru kembali menelan korban. Jalur yang semestinya menjadi solusi kepadatan itu, lagi-lagi berubah menjadi titik rawan kecelakaan.

Seorang pengendara sepeda motor terkapar setelah terlibat kecelakaan dengan kendaraan berat di jalur ring road, tepatnya di Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Senin (6/4) pagi.

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistiono menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30. Saat itu, Abdul Majid, 40, warga Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban melaju dari selatan ke utara.

Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas JLS Tuban Kacau, Warga Pasang Plang Bambu Hadang Pelanggar

“Posisi korban pagi tadi (kemarin, Red) hendak menyeberang jalur ring road, lalu lintas pada waktu itu cukup ramai kendaraan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Saat korban mulai menyeberang, dari arah timur ke barat melaju truk tronton yang dikemudikan Bambang Sugeng, 67, warga Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Diduga, korban tetap melintas ketika jarak kendaraan sudah terlalu dekat, sehingga tabrakan tidak terhindarkan.

“Diduga pengendara sepeda motor kurang konsentrasi saat berkendara, terutama ketika hendak menyebrang tak menengok arus lalu lintas dari arah kanan dan kiri,” kata Eko.

Benturan keras mengakibatkan korban meninggal di RSUD dr R Koesma Tuban. Sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan parah.

Data Satlantas Polres Tuban menunjukkan, kecelakaan di jalur ring road bukan kali ini saja terjadi. Sejak Januari hingga awal April, tercatat enam kasus kecelakaan dengan sembilan korban luka-luka dan dua korban meninggal dunia.

Menurut Eko, risiko kecelakaan meningkat setelah diberlakukan rekayasa lalu lintas selama masa pemeliharaan JLS. Saat ini, satu lajur digunakan untuk dua arah arus kendaraan.

Kendaraan dari arah Surabaya dialihkan ke lajur utara ring road, sedangkan kendaraan dari arah Semarang diarahkan melalui Jalan RE Martadinata. Skema ini diterapkan untuk mengurai kepadatan.

Namun, di lapangan, tidak semua pengendara mematuhi aturan tersebut. Pelanggaran arus masih kerap terjadi, sehingga memperbesar potensi kecelakaan.

“Ini tentunya akan menjadi catatan kami, pastinya setelah ini akan ada evaluasi pada jalur tersebut pun juga rekayasa lalu lintas yang tengah berlangsung,” pungkasnya.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Jalan Lingkar Selatan #JLS #Kecelakaan