RADARTUBAN-Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan dari terpenuhinya rukun dan wajib haji sesuai syariat, namun juga dari kondisi jamaah yang pulang dalam keadaan sehat dan utuh.
Dua hal ini menjadi indikator dalam mengukur suksesnya pelaksanaan rukun Islam kelima.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tuban menggelar pembekalan bagi ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu), Senin (7/4).
Baca Juga: Dua CJH Tuban Batal Berangkat, Kuota Haji Menyusut Jadi 1.634
Kegiatan tersebut berlangsung di gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) kantor setempat.
Pembekalan ini juga menjadi ajang koordinasi antara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kloter yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dan tenaga kesehatan haji bersama para karom dan karu.
Pelaksana Tugas Kepala Kemenhaj Tuban Abd Ghofur menegaskan pentingnya meluruskan niat dalam menjalankan tugas pelayanan jamaah.
Baca Juga: Manasik Haji Tuban Masuki Tahap Akhir, Digelar 2 April di Tingkat Kabupaten
Karena itu, dia meminta seluruh petugas dan karom-karu meniatkan pengabdian semata-mata untuk melayani tamu Allah. “Tata niat, sucikan hati di rumah Allah dengan niat lillahi taala,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya kerja sama tim dan satu komando di lapangan.
Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci agar pelayanan terhadap jamaah berjalan optimal tanpa tumpang tindih.
Sementara itu, pembekalan dari kloter disampaikan AW Evendi Anwar. Dia membagikan pengalaman selama mendampingi jamaah di Tanah Suci.
Dia mengingatkan bahwa tidak semua kejadian dapat dijelaskan secara logis.
Karena itu, jamaah perlu menjaga sikap. Terutama dalam bertutur kata dan menjaga hati.
Pria yang akrab dipanggil AW itu juga menyoroti pentingnya menghindari sikap jemawa selama menjalankan ibadah, karena dapat berdampak pada kesulitan yang dialami jamaah.
Menurut dia, sikap saling membantu harus menjadi pegangan utama seluruh petugas.
Kemudahan yang diberikan kepada orang lain, kata dia, akan berbalik menjadi kemudahan bagi diri sendiri. “Siapa yang memudahkan orang lain, insyaallah akan dimudahkan Allah,” ujarnya.
Kegiatan pembekalan ditutup dengan koordinasi masing-masing kloter bersama karom dan karu sebagai bagian dari pemantapan menjelang keberangkatan jamaah haji.(*)
Editor : Dwi Setiyawan