Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gas Elpiji 3 Kg Langka, Polisi dan Pertamina Perketat Pengawasan di Tuban

Andreyan (An) • Kamis, 9 April 2026 | 17:04 WIB
Kondisi salah satu pangkalan LPG di Jalan Mojopahit, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding tampak diserbu warga, Selasa (7/4). (ANDREYAN/RADAR TUBAN)
Kondisi salah satu pangkalan LPG di Jalan Mojopahit, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding tampak diserbu warga, Selasa (7/4). (ANDREYAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Sepekan terakhir, warga Kabupaten Tuban dihadapkan pada situasi yang menguji kesabaran. Kelangkaan tabung LPG 3 kilogram (kg) memicu antrean panjang di berbagai pangkalan. Terutama di kawasan Kota Ronggolawe. Pemandangan warga mengular demi mendapatkan gas bersubsidi pun menjadi rutinitas harian.

Kondisi ini mendorong berbagai pihak turun tangan. Tidak hanya pemerintah daerah dan pihak terkait, aparat kepolisian turut melakukan pengawasan langsung di lapangan guna memastikan distribusi berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik curang.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam menyampaikan, dalam sepekan terakhir jajarannya telah melakukan pemantauan di sejumlah pangkalan LPG. Pengawasan juga dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait sulitnya memperoleh tabung gas bersubsidi tersebut.

Baca Juga: Stok Gas Elpiji 3 Kilogram Diklaim Normal, tapi Antrean Warga Tuban Masih Mengular

“Belum menemukan adanya pelanggaran maupun dugaan penimbunan LPG. Meski demikian, ke depan kami tetap akan melakukan pengawasan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Selasa (8/4).

Selain menelusuri potensi penimbunan, aparat juga memeriksa kepatuhan pangkalan terhadap harga eceran tertinggi (HET). Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh LPG sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami juga melakukan pengecekan untuk memastikan isi tabung sesuai, sekaligus mengantisipasi adanya praktik LPG oplosan di tengah stoknya yang ramai dicari masyarakat,” katanya.

Dia menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran yang mengandung unsur pidana, pihak yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan indikasi kecurangan dalam distribusi LPG.

Langkah pengawasan serupa juga dilakukan Pertamina Patra Niaga. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan pihaknya meningkatkan intensitas monitoring distribusi LPG di Tuban dalam sepekan terakhir.

“Untuk stok kami pastikan aman. Sanksi tegas akan kami berikan terhadap pangkalan yang menjual LPG tidak sesuai HET,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini distribusi LPG 3 kilogram diprioritaskan bagi masyarakat rumah tangga dan pelaku usaha mikro kecil. Kebijakan tersebut berdampak pada pembatasan penyaluran ke tingkat pengecer.

“Memang betul, ada pembatasan terhadap pengecer. Prioritas saat ini lebih didahulukan kepada masyarakat dan pelaku usaha kecil,” pungkasnya.(an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#langganan #pertamina #polres #tuba #gas elpiji