Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Elpiji 3 Kg Langka, DPRD Tuban Dapat Laporan Justru Dipakai Dapur MBG

M. Mahfudz Muntaha • Sabtu, 11 April 2026 | 09:03 WIB
Stok elpiji di salah satu pangkalan di Kecamatan Tuban menumpuk dan siap untuk memenuhi kebutuhan selama momen peringatan Maulid Nabi Muhammad.
Stok elpiji di salah satu pangkalan di Kecamatan Tuban yang langka sejak sebulan terakhir.

RADARTUBAN - Di tengah kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) yang dikeluhkan masyarakat, muncul dugaan penyaluran gas bersubsidi tidak tepat sasaran.

Tabung gas yang semestinya diperuntukkan bagi warga kurang mampu itu diduga digunakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang mengelola dapur umum program makan bergizi gratis (MBG).

Isu tersebut mengemuka dalam rapat gabungan DPRD Tuban dan Pemkab Tuban saat pembahasan penuntasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2025, Rabu (8/4).

Anggota Fraksi PKB DPRD Tuban, Asep Nur Hidayatullah mengungkapkan adanya laporan masyarakat terkait dugaan penggunaan elpiji bersubsidi oleh oknum SPPG. Laporan itu diterimanya di tengah kondisi kelangkaan gas melon di lapangan.

Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka, Polisi dan Pertamina Perketat Pengawasan di Tuban

“Karena saya mendapatkan aspirasi atau laporan dari masyarakat melalui WA (WhatsApp), jika banyak LPG yang dijual ke SPPG, dan saat saya scroll media sosial saya ternyata menemukan salah satu komentar yang sama (mengatakan ada SPPG menggunakan elpiji, Red),” ujar Asep kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Namun, demikian Asep menegaskan informasi tersebut masih sebatas dugaan. Dia meminta pemerintah daerah segera melakukan pengecekan langsung ke dapur-dapur umum MBG untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

 “Kebenarannya perlu dicek,” imbuh anggota DPRD dari daerah pemilihan 3 (Semanding, Grabagan, Rengel, dan Soko itu).

Terkait lokasi pasti dugaan pelanggaran, Asep mengaku belum dapat memastikan. Laporan yang diterimanya berasal dari seorang warga di Kecamatan Tuban.

Menurut dia, informasi tersebut dapat menjadi petunjuk awal untuk menelusuri penyebab kelangkaan LGP 3 kg. Jika terbukti terjadi penyalahgunaan, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah tegas.

“Ketika ini dicek langsung di lapangan dan ternyata ada temuan, pemkab bisa memberikan tindakan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Tuban, Aulia Rizqi belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait dugaan penggunaan elpiji bersubsidi di dapur MBG hingga berita ini diturunkan. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#DPRD #lkpj #tabung #langka #LPG