RADARTUBAN-Semangat Festival Coding untuk anak Taman Kanak-Kanak (TK) terus bergulir. Setelah penyisihan di Kecamatan Plumpang, giliran Kecamatan Kerek menggelar babak serupa, kemarin (10/4).
Ratusan siswa bersaing memperebutkan tiket menuju final tingkat kabupaten yang dijadwalkan pada 25 April mendatang.
Partisipasi dalam kegiatan ini terbilang masif. Sebanyak 940 siswa dari 21 lembaga TK ambil bagian, terdiri atas 428 siswa TK A dan 485 siswa TK B. Mereka memperebutkan kuota finalis dari kecamatan ini, 15 anak (8 anak TK A dan 7 anak TK B).
Meski mengusung istilah coding, pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan usia peserta. Anak-anak dikenalkan pada konsep dasar seperti pola, urutan, dan logika melalui aktivitas visual berupa menggambar dan mewarnai.
Baca Juga: 1.087 Siswa TK di Plumpang Adu Kreativitas Pada Babak Penyisihan Festival Coding
Metode ini dirancang untuk menstimulasi kemampuan berpikir sejak dini dengan cara yang menyenangkan.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Kecamatan Kerek, Yudya Harining Arumbi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya melatih aspek kognitif, namun juga motorik anak.
“Alhamdulillah pelaksanaan babak penyisihan hari ini lancar, anak-anak seluruhnya antusias untuk mengisi gambar dan mewarnai soal yang diberikan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Menurut dia, ajang ini juga menjadi sarana pembentukan karakter. Selama proses berlangsung, anak-anak terlihat tenang dan mampu menikmati setiap tahapan kegiatan.
“Anak-anak mampu menyelesaikan tugasnya secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan guru ataupun orang tua,” imbuhnya.
Respons positif turut datang dari para wali murid. Mereka menilai festival ini menjadi ruang yang tepat untuk merangsang kreativitas sekaligus mengasah imajinasi anak.
“Kreativitas anak-anak benar-benar terasah. Mereka bebas mengekspresikan dirinya melalui warna dan gambar sesuai dengan keinginan dan imajinasi masing-masing,” pungkas Yudya.
Dengan rampungnya penyisihan di Kecamatan Kerek, rangkaian festival akan berlanjut ke-18 kecamatan lainnya di Kabupaten Tuban.
Kompetisi ini diharapkan terus memantik antusiasme sekaligus menjadi ruang belajar alternatif sebelum puncak final digelar akhir April mendatang. (saf/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni