Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Plastik di Tuban Melonjak Hingga 100 Persen, Pedagang dan UMKM Mulai Tertekan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 11 April 2026 | 16:07 WIB
Suasana transaksi di salah satu kios plastik di Pasar Baru Tuban tak seramai biasanya setelah harganya naik. (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/ RADAR TUBAN)
Suasana transaksi di salah satu kios plastik di Pasar Baru Tuban tak seramai biasanya setelah harganya naik. (SHAFA DINA HAYUNING MENTARI/ RADAR TUBAN)

RADARTUBAN-Kenaikan harga kebutuhan pokok di Tuban belum mereda. Setelah minyak goreng dan LGP sulit didapat, kini giliran komoditas plastik di pasar tradisional yang mengalami lonjakan harga signifikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga plastik naik antara 40 hingga 100 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada plastik antipanas yang banyak digunakan pedagang kuliner. 

Jika sebelumnya dijual sekitar Rp 35 ribu per pak, kini harganya melonjak menjadi Rp 68 ribu  hingga Rp 70 ribu.

Muhammad Latif, pedagang plastik di Pasar Baru Tuban mengatakan, kenaikan kali ini tergolong tidak biasa. Dalam kondisi normal, harga plastik hanya naik sekitar 5–10 persen. Namun saat ini, lonjakan terjadi drastis dalam waktu singkat.

“Kalau harganya naik drastis seperti ini, biasanya barangnya juga ikut sulit dicari,” ujarnya.

Baca Juga: Imbas Harga Plastik Melambung, Harga Minyak Goreng di Pasar Ikut Tinggi

Dia mencontohkan, plastik yang sebelumnya seharga Rp 5 ribu  kini bisa mencapai Rp 7.500. Dampaknya langsung terasa pada penurunan daya beli masyarakat sekaligus omzet pedagang. “Biasanya saya beli lima pak dan bisa habis dalam satu atau dua minggu, tapi sekarang mau menjual dua pak saja belum tentu laku,” katanya.

Kondisi serupa disampaikan Yono, pedagang kebutuhan rumah tangga di Pasar Pramuka. Dia menyebut kenaikan harga plastik bahkan mendekati 98 persen.

Untuk menyiasati situasi, para pembeli mulai beralih ke plastik dengan kualitas lebih tipis agar bisa menekan biaya. Namun, menurutnya, kondisi ini tetap memberatkan, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada kemasan plastik.

“Saya sendiri juga kaget naiknya bisa sebanyak ini. Contohnya kertas minyak, biasanya satu pak seharga Rp 21 ribu, sekarang bisa Rp 27 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Baru Tuban Sukadi membenarkan adanya kenaikan harga tersebut. Namun, dia menegaskan tidak ada harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas plastik di pasar. “Ada kenaikan harga, tapi di Pasar Baru ini tidak ada HET-nya,” katanya. (saf/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#harga plastik naik #Tuban #Pasar Baru Tuban #Minyak goreng