RADARTUBAN – Suasana ceria menyelimuti 22 lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Rengel, Tuban, kemarin (16/4).
Ratusan siswa tampak antusias mengikuti lanjutan babak penyisihan Festival Coding untuk Anak TK. Jemari mungil mereka lincah menggoreskan krayon dan pensil warna di atas lembar kertas untuk mengekspresikan imajinasinya.
Pada tahap ini, sebanyak 1.194 siswa turut ambil bagian. Rinciannya, 551 siswa dari kelompok A dan 643 siswa dari kelompok B. Seluruh peserta mengikuti kegiatan secara serentak di lembaga masing-masing.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTKI) PGRI Kecamatan Rengel, Lilik Sulikhatin menjelaskan, hasil dari tahap ini akan diseleksi di tingkat kecamatan. Siswa terbaik dari masing-masing lembaga akan dikirim untuk mengikuti babak final di Tuban pada 25 April.
Baca Juga: Targetkan Final, Tim Thomas dan Uber Indonesia Resmi Dilepas ke China
Melalui sambungan video, suasana kelas terlihat hidup. Wajah-wajah polos para siswa tampak fokus, dikelilingi beragam alat warna yang memenuhi meja. Tidak tampak ketegangan. Yang muncul justru gelak tawa dan semangat berkreasi.
“Anak-anak mengerjakan dengan senang hati. Mereka bebas berkreasi sesuai keinginan dan kreativitasnya. Memang masih butuh sedikit arahan, tapi untuk urusan pewarnaan dan gambar, itu murni kreativitas mereka,” imbuh Lilik.
Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek estetika. Lebih dari itu, festival menjadi sarana pembentukan karakter sejak dini.
Setidaknya terdapat tiga nilai yang ditanamkan, yakni kreativitas, kemandirian, dan kedisiplinan.
Dalam pelaksanaannya, siswa diminta mengerjakan secara mandiri tanpa bantuan guru maupun orang tua. Selain itu, batas waktu pengerjaan selama 90 menit menjadi latihan untuk membangun disiplin.
“Kami mengajari mereka untuk menyelesaikan dengan tepat waktu. Jika waktu habis tapi pekerjaan belum selesai, tetap harus dikumpulkan. Ini penting untuk mengajari siswa cara disiplin,” jelasnya.
Lilik berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi seni anak sejak dini. Dengan demikian, sekolah dan orang tua dapat memberikan dukungan yang tepat agar kemampuan tersebut terus berkembang.
“Semoga anak-anak semakin kreatif dan potensi mereka tidak berhenti di sini, tapi bisa terus berkembang,” tandasnya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama