Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pilot Asal Tuban Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kalbar, Lebaran Jadi Momen Terakhir Bersama Keluarga di Tuban

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 17 April 2026 | 19:01 WIB
Arifin, ketua RT 04/RW 01 Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban menunjukkan foto Capt Marindra Wibowo di kediamannya.
Arifin, ketua RT 04/RW 01 Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban menunjukkan foto Capt Marindra Wibowo di kediamannya.

RADARTUBAN-Kabar duka datang dari Kabupaten Tuban.

Seorang pilot helikopter, Capt Marindra Wibowo, meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang jatuh di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (16/4).

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga.

Baca Juga: Tim Temukan Lokasi Titik Kecelakaan Helikopter Kapolda Jambi

Momen Idul Fitri 2026 yang baru saja dilalui bersama kedua orang tuanya, Sudiono dan Prapti Indah Lestari, kini menjadi kenangan terakhir kebersamaan mereka.

Helikopter yang dikemudikan Marindra diketahui hilang kontak sekitar pukul 08.39 WIB di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Pesawat tersebut saat itu tengah menjalankan operasional untuk perkebunan KPN Plantation.

Baca Juga: Terkendala Cuaca, Evakuasi Badan Pesawat Tempur Super Tucano Tanpa Terjunkan Helikopter

Kabar kecelakaan mulai diterima keluarga di Tuban sekitar pukul 13.00 WIB, ketika seorang anggota babinsa datang menyampaikan informasi awal.

Saat itu, belum ada kepastian mengenai identitas korban.

Kepastian baru diterima pada malam harinya, sekitar pukul 19.00 WIB.

Dari total delapan korban meninggal dunia dalam insiden tersebut, salah satunya adalah Capt Marindra Wibowo yang bertugas sebagai pilot.

Suasana duka langsung menyelimuti rumah keluarga di Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban.

Malam itu menjadi malam kelabu bagi keluarga.

Keesokan harinya, keluarga langsung berangkat ke Surabaya untuk mengurus pemakaman.

Saat didatangi, rumah duka tampak tertutup rapat.

Jenazah almarhum rencananya dimakamkan di wilayah Sidoarjo, tempat dia selama ini tinggal bersama istri dan anaknya.

Ketua RT 4/RW 1 Kelurahan Baturetno, Arifin mengatakan, keluarga berangkat sejak pagi hari.

“Karena Mas Marindra ini sudah lama tidak tinggal di Tuban, sudah menetap di Surabaya,” ujarnya.

Marindra merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Dia telah lama berkarier sebagai pilot setelah menempuh pendidikan di bidang penerbangan.

Sebelum berkarier di sektor swasta, dia juga memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut.

Di mata tetangga, Marindra dikenal sebagai pribadi sederhana dan tetap menjaga hubungan dengan kampung halamannya.

Meski jarang pulang karena pekerjaan, dia selalu menyempatkan diri untuk bersilaturahmi setiap Idul Fitri.

“Dan terakhir pulang itu hari raya kemarin,” kata Arifin.

Dia menambahkan, setiap pulang kampung, Marindra tidak hanya menemui keluarga, tetapi juga menyapa warga sekitar.

“Seperti Lebaran kemarin itu ya nyapa saya,” imbuhnya.

Arifin mengaku pertama kali mengetahui kabar kecelakaan tersebut dari televisi, sebelum kemudian memastikan langsung kepada keluarga korban.

“Saat saya tahu kabar ini orang tuanya membenarkan kecelakaan itu dan melibatkan putranya,” pungkasnya.(fud/ds)

Editor : Dwi Setiyawan
#Radar Tuban