RADARTUBAN – Suasana berbeda terasa pada 23 lembaga taman kanak-kanak (TK) di wilayah Kecamatan Widang, Sabtu (18/4).
Sebanyak 686 peserta didik dari kelompok A dan B berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti babak penyisihan ajang Festival Coding untuk Anak TK.
Meski dilaksanakan secara serentak di lembaga masing-masing, atmosfer kompetisi yang digelar Jawa Pos Radar Tuban bekerja sama dengan IGTKI PGRI Tuban itu tetap terasa kental.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Widang Mu’alifah Yuliarti mengungkapkan, kesuksesan acara tersebut berkat koordinasi yang solid antarlembaga.
Baca Juga: Ratusan Anak TK Soko dan Montong Unjuk Kreativitas di Festival Coding Kartini
Berdasarkan kesepakatan bersama, penyisihan dilakukan di sekolah masing-masing untuk menjaga kenyamanan anak.
Alif, sapaannya menyampaikan, respons yang luar biasa tidak hanya ditunjukkan para siswa, namun juga sebagian besar wali murid. Berbeda dengan kecamatan lain, dia membeberkan kontribusi wali murid.
‘’Antusiasme anak-anak sangat bagus, hasilnya juga sangat memuaskan. Tidak ada yang tidak mau ikut, semuanya terlibat aktif. Bahkan, orang tua mereka sangat bersemangat, sampai-sampai ada yang ingin untuk ikut mencoba atau berkolaborasi," ungkap Mu’alifah dengan nada bangga ketika dihubungi melalui sambungan telepon.
Kegembiraan para orang tua memang menjadi warna tersendiri dalam acara ini. Beberapa wali murid bahkan ingin ikut mengerjakan lembar materi karena melihat keasyikan putra-putrinya.
Hal ini menunjukkan dukungan penuh dari lingkungan keluarga terhadap inovasi kegiatan kreatif di lembaga pendidikan prasekolah ini.
Meski bertajuk coding, kegiatan ini telah disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini. Mu’alifah menjelaskan bahwa manfaat dari kompetisi ini sangat luas, mencakup berbagai aspek perkembangan kognitif dan fisik anak.
Mulai dari mengasah motorik halus, kreativitas, imajinasi, hingga kemandirian.
Aspek kemandirian menjadi salah satu poin penting dalam ajang ini. Mu’alifah menuturkan, untuk siswa kelompok B, kemandirian mereka patut diacungi jempol karena mampu menyelesaikan tantangan secara mandiri.
Sedangkan untuk tingkat yang lebih kecil masih diperlukan pendampingan.
‘’Untuk kelompok A, mereka memang masih membutuhkan sedikit arahan dan bantuan dari orang tua. Sementara itu, peran guru hanya sekadar memberikan arahan saja," tambahnya.
Penyelenggaraan lomba coding ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka.
Baca Juga: Ribuan Siswa TK di Rengel Antusias Ikuti Festival Coding Radar Tuban, Suasana Penuh Keceriaan
Pihaknya berharap kegiatan semacam ini menjadi pemantik agar anak-anak lebih berani mengeksplorasi bakat dan kreativitasnya.
‘’Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan bisa bebas berekspresi dan berkompetisi, tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, serta memiliki kepercayaan diri,” pungkasnya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama