RADARTUBAN – Aroma persaingan Festival Coding untuk Anak TK yang digelar Jawa Pos Radar Tuban bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Tuban semakin terasa.
Jelang babak final Sabtu 25 April mendatang di Bravo Swalayan Tuban, Jalan Hayam Wuruk, Tuban, babak penyisihan di setiap kecamatan bergulir untuk menjaring talenta-talenta terbaik.
Terbaru, puluhan lembaga TK dari Kecamatan Tuban, Kenduruan, dan Tambakboyo menggelar serentak babak penyisihan pada Senin (20/4).
Ketua IGTKI Kecamatan Tuban Sri Rahayu mengatakan, di kecamatannya tercatat sebanyak 1.778 siswa TK dari 42 lembaga terlibat aktif. Rinciannya, 866 siswa kelompok A dan 912 kelompok B.
Baca Juga: Ratusan Anak TK Soko dan Montong Unjuk Kreativitas di Festival Coding Kartini
‘’Babak ini kami laksanakan di masing-masing lembaga TK dengan berbagai macam variasi dan kreasi sesuai dengan imajinasi anak-anak. Alhamdulillah, antusiasme anak-anak luar biasa,” tutur Ayu sapaannya kepada Jawa Pos Radar Tuban ketika dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut dia, peserta didik diajarkan untuk berkompetisi secara sehat, mengasah kreativitas-imajinasi, melatih kesabaran, dan fokus.
‘’Melalui babak penyisihan ini, kami berharap mendapat prestasi dan penghargaan. Semoga anak-anak juga semakin bisa mengasah sisi kratifnya,” tutur pendidik TK Integral Hidayatullah Tuban itu.
Senada dengan Ayu, Ketua IGTKI Kecamatan Tambakboyo Puput Irawati mengungkapkan, 623 siswa dari 25 lembaga begitu antusias mewarnai dan menggambar lembar materi.
‘’Kegiatan ini dapat melatih anak untuk mengasah kemampuannya. Mereka bisa menambahkan bentuk dan memoles berbagai warna,” jelas Puput.
Dia menekankan bahwa melalui media ini, anak-anak bisa semakin meningkatkan kemampuannya di bidang seni, melatih kerapian, dan mengembangkan imajinasi. Kemandirian juga menjadi aspek yang didapatkan anak-anak.
‘’Anak-anak sudah lebih mandiri, karena sejak awal kami telah menekankan kepada orang tua bahwa anak-anak tidak perlu dibantu,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IGTKI Kecamatan Kenduruan Sumiatun menyebut, sebanyak 493 siswa dari 12 lembaga mengikuti kegiatan ini dengan suka cita. Dia menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan motorik halus pada anak usia taman kanak-kanak (TK).
Selain itu, gambar Kartini juga memberikan sisi edukasi budaya pada anak sejak dini. Sisi disiplin pun ikut terasah, sebab ada tenggat waktu yang diberikan untuk peserta menyelesaikan lembar materi.
‘’Anak-anak pun ikut menyelesaikan secara mendiri, kami hanya memberikan arahan saja,” tandas Sumiatun. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama