RADARTUBAN – Menjelang babak final Festival Coding Jawa Pos Radar Tuban yang tinggal tiga hari lagi, sejumlah kecamatan mulai menyetorkan nama-nama delegasi terbaiknya.
Kecamatan Singgahan, Bangilan, dan Grabagan telah tuntas menggelar babak penyisihan dengan atmosfer kompetisi yang penuh keceriaan.
Di Kecamatan Singgahan, babak penyisihan telah bergulir pada Selasa (14/4). Tercatat, 420 siswa dari 27 lembaga Taman Kanak-kanak (TK) memperebutkan tiket menuju tingkat kabupaten.
Ketua IGTKI Kecamatan Singgahan, Mariamah mengungkapkan, bahwa antusiasme siswa sangat luar biasa. Menurutnya, anak-anak tidak sekadar mewarnai, tetapi juga belajar menyalurkan imajinasi ke dalam bentuk visual.
Baca Juga: Jelang Babak Final Festival Coding Radar Tuban, Siswa TK di Tingkat Kecamatan Masih Terus Bersaing
‘’Anak-anak sangat semangat menuangkan ide mereka. Kami akan mengambil 3 terbaik dari Kelompok A dan 5 terbaik dari Kelompok B untuk mewakili Singgahan di tingkat kabupaten nanti," jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (21/4).
Mariamah menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah optimal bagi anak untuk berkarya dan semakin mengasah kreativitas sejak dini.
Dia berharap, melalui kompetisi ini, murid-murid TK di Singgahan semakin berani menghasilkan karya yang cantik dan sekaligus tetap kompetitif secara sehat.
Pemandangan berbeda terlihat di Kecamatan Bangilan. Mengingat padatnya agenda pendidikan, babak penyisihan digelar secara bergilir di masing-masing lembaga mulai Rabu (15/4) hingga Senin (20/4).
Meski tidak dilakukan secara serentak, semangat kompetisi tetap membara pada 1.013 siswa di 25 lembaga TK se-Kecamatan Bangilan.
Ketua IGTKI Kecamatan Bangilan, Mashartik menjelaskan, bahwa penjurian tingkat kecamatan dilakukan pada Selasa (21/4). Baginya, lomba koding ini bukan sekadar urusan menang atau kalah, melainkan media pembelajaran yang komplit.
Anak-anak akan otomatis mengenal konsep pola berulang, melatih kesabaran, ketelitian, dan konsentrasi. Selain itu, aspek budaya juga didapatkan melalui pengenalan sosok RA Kartini melalui lembar soal yang diberikan. Anak juga akan ditantang untuk berpikir logis.
‘’Selain mengasah motorik halus, kami ingin anak-anak punya rasa percaya diri yang tinggi. Saya berharap kedepannya ada tambahan inovasi lain agar bakat mereka semakin terasah," harap Mashartik.
Di sisi lain, Kecamatan Grabagan pun tak mau kalah. Sebanyak 718 siswa dari 18 lembaga TK tumpah ruah mengikuti babak penyisihan pada Kamis (16/4).
Baca Juga: 686 Anak TK di Widang Ikuti Festival Coding Radar Tuban, Orang Tua Ikut Antusias
Ketua IGTKI Kecamatan Grabagan, Nilam Sari menuturkan, bahwa tantangan membuat pola dalam soal koding ini sangat efektif untuk mempertajam imajinasi.
Anak diajak berpikir kreatif untuk membuat pola dan menjadikannya sebuah gambar yang padu-padan dan indah.
‘’Anak-anak sangat antusias dan ceria selama mengerjakan. Harapan kami, melalui kegiatan ini mereka bisa terus mengasah bakat, terutama di bidang seni lukis dan kreativitas visual," pungkasnya.
Kini, para pemenang dari tiga kecamatan tersebut tengah mempersiapkan diri. Mereka akan membawa nama baik kecamatan masing-masing untuk bertarung di babak final kabupaten yang diperkirakan bakal berlangsung meriah. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama