Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pasar Baru Tuban Terbakar Lagi, Sistem Keamanan Dipertanyakan: Bupati Tuban Mas Lindra Bakal Benahi Tata Letak Pasar Baru

Andreyan (An) • Jumat, 24 April 2026 | 14:32 WIB
Kondisi kios dan los di Pasar Baru Tuban saat dilalap si jago merah, Kamis (23/4) dini hari. (ADIB TURMUDZI/ RADAR TUBAN)
Kondisi kios dan los di Pasar Baru Tuban saat dilalap si jago merah, Kamis (23/4) dini hari. (ADIB TURMUDZI/ RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Kebakaran yang kembali melanda Pasar Baru Tuban pada Kamis (23/4) dini hari menjadi penanda lemahnya sistem proteksi kebakaran di pusat perdagangan terbesar di Bumi Ronggolawe tersebut.

Api yang meluluhlantakkan puluhan kios memaksa petugas bekerja ekstra. Pelaksana tugas Satpol PP dan Damkar Tuban Sutaji menyebut, sedikitnya 13 truk tangki air dikerahkan dalam proses pemadaman.

Ingatkan Pentingnya Sistem Proteksi Kebakaran

Puluhan personel gabungan juga diterjunkan untuk mengendalikan kobaran agar tidak merambat ke bangunan lain.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Baru Tuban: 41 Kios Hangus, Penyebab Masih Diselidiki

“Dalam pemadaman ini kami melibatkan petugas gabungan. Alhamdulillah api mampu dipadamkan sebelum merambat pada kios-kios lainnya,” ujarnya.

Namun, di balik keberhasilan menjinakkan api, tersingkap persoalan mendasar yang selama ini terabaikan.

Sutaji menekankan pentingnya sistem proteksi kebakaran, khususnya di lingkungan pasar yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Dia merujuk pada ketentuan dalam Permen PU No. 26/PRT/M/2008 yang mengatur standar proteksi kebakaran, baik aktif maupun pasif.

Pada aspek proteksi aktif, pasar seharusnya dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) di titik strategis, sistem hidran yang berfungsi, serta perangkat deteksi dan alarm kebakaran.

Fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Petugas tidak menemukan APAR yang siap digunakan di lokasi kebakaran.

“Informasi yang masuk, salah satu pemilik kios mengaku memiliki APAR, namun ketika kami kroscek tidak menjumpainya,” kata Sutaji.

Idealnya Ada APAR, tapi Faktanya Berbeda

Padahal, secara ideal, setiap 200 petak atau sekitar lima kios setidaknya tersedia satu APAR yang mudah dijangkau.

Ketiadaan alat tersebut membuat upaya penanganan dini menjadi sulit dilakukan saat api mulai muncul.

Kondisi serupa juga terjadi pada sistem hidran. Meski jaringan tersedia di sekitar pasar, fasilitas itu tidak didukung peralatan yang memadai. “Hidran ada, namun tidak ada alat pompa,” ujarnya.

Dari sisi proteksi pasif, akses evakuasi dinilai relatif tersedia. Jalur keluar masuk pasar masih dapat digunakan saat kondisi darurat, meskipun efektivitasnya tetap bergantung pada kepadatan dan penataan kios.

Baca Juga: Pasar Baru Tuban Kebakaran Lagi, Titik Api Bermula dari Lokasi Ini

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pencegahan tidak bisa ditunda. Sutaji mengimbau seluruh pemilik usaha, khususnya pedagang pasar, untuk segera melengkapi standar proteksi kebakaran.

“Imbauan ini berlaku kepada seluruh pemilik tempat usaha, agar jika ada peristiwa yang tidak diinginkan dapat lebih cepat diantisipasi,” tegasnya.

Di tengah frekuensi kebakaran yang berulang, kelengkapan sistem proteksi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Sementara itu, berdasarkan sumber yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap.

Dalam waktu singkat, kobaran merambat cepat melahap deretan kios yang berdiri berhimpitan. Puluhan kios hangus, menyisakan puing dan arang.

Kerugian Ratusan Juta Rupiah 

Data di lapangan menunjukkan, sedikitnya 41 kios dan los milik sekitar 15 pedagang ludes terbakar. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Estimasi kerugian rata-rata Rp 5 juta per unit kios.

Pemadaman pasar di Jalan Gajah Mada tersebut melibatkan armada dari sejumlah pos, mulai mako, Singgahan, hingga Rengel. Unit kendaraan berukuran kecil juga diterjunkan untuk menjangkau lorong sempit di dalam pasar.

“Untuk dugaan sementara juga masih belum ada. Tetapi dari informasi yang kami dapat, api berasal dari konsleting listrik,” tambah Sutaji.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menilai, kebakaran yang berulang menunjukkan perlunya penataan ulang kawasan Pasar Baru. Dia menyebut, struktur bangunan yang saling berimpitan menjadi faktor risiko utama dalam setiap insiden kebakaran.

Baca Juga: Prediksi Skor Persib vs Arema di BRI Super League: Maung Bandung Lebih Diunggulkan dengan Alasan Ini

“Karena Pasar Baru ini sudah tiga kali terjadi kebakaran meskipun di area yang berbeda, sehingga perlu adanya penataan layout yang lebih detail sehingga bencana dapat ditangani lebih baik di kemudian hari,” kata Lindra saat meninjau lokasi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, pemerintah daerah berencana segera mengambil langkah penanganan. Sambil menunggu hasil olah tempat kejadian perkara dari kepolisian, Pemkab Tuban akan melakukan pembersihan area terdampak dan menyiapkan lokasi relokasi sementara bagi pedagang.

“Setelah dari sini kami akan mengkaji dengan tim. Tadi ada dana-dana yang insidentil, kalau memang bisa akan kita turunkan. Tapi untuk sementara, keputusan yang kita ambil adalah clear area dan membuat tenda-tenda sementara untuk pedagang agar bisa berjualan lagi,” ujarnya.

Kapolres Tuban AKBP Alaiddin menyampaikan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil identifikasi tim forensik Polda Jawa Timur.

Polisi belum menyimpulkan sumber api sebelum proses olah TKP selesai dilakukan. “Nanti setelah olah TKP, baru kami akan sampaikan kembali awal kejadiannya seperti apa,” kata Alaiddin.

Ke depan, kepolisian bersama pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pengaturan aspek keselamatan di kawasan pasar. Penataan ulang tata letak dan peningkatan standar keamanan diharapkan mampu menekan risiko kebakaran yang berulang di Pasar Baru Tuban. (an/saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Bupati Tuban #Mas Lindra #kios #satpol pp dan damkar