RADARTUBAN – Kemacetan horor di jalur Tuban-Widang akibat truk terperosok kemarin patut menjadi pelajar serius bagi Satlantas Polres Tuban. Pasalnya, kemacetan parah hingga puluhan kilometer (km) itu berlangsung hampir sehari—dari Kamis (23/4) malam hingga Jumat (24/4) siang.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban, sejumlah kendaraan berat roda empat dari luar daerah yang melintas menuju arah Tuban tak dapat bergerak sama sekali. Bahkan, sebagian sopir sampai bermalam di jalan.
Seperti yang dialami Rosyid, sopir truk trailer asal Kabupaten Pasuruan. Dirinya sejak Kamis malam terjebak kemacetan ekstrim. Diakui olehnya, tragedi kemacetan tak hanya di Tuban, ketika melintasi Lamongan kendaraan yang ditumpanginya juga lebih dahulu terjebak macet.
‘’Sejak pukul 9 kemarin (Kamis malam, red) sudah terjebak macet di Lamongan akibat adanya perbaikan jembatan. Pagi ini (kemarin, Red) di Tuban juga macet parah,’’ ungkapnya saat ditemui wartawan koran ini.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Picu Kemacetan di Pantura Tuban, Antrean Kendaraan Mengular
Dibeberkan pria 36 tahun itu, akibat dua titik kemacetan tersebut, jarak Lamongan-Tuban yang biasa ditempuh tak lebih dari 1,5 jam, mendadak ditempuh hampir 12 jam.
‘’Saya semalam (Kamis malam, red) tidur mobil,’’ beber dia.
Keluhan itu juga dialami Kurniawan, sopir truk kontainer asal Kabupaten Sidoarjo. Situasi sedikit berbeda dialaminya, dirinya tak dapat tenang akibat kendaraan yang ditumpanginya terjebak kemacetan di jalur yang sedikit menanjak wilayah simpang tiga Pakah.
‘’Agak was-was terjebak macet di jalur nanjak, sejak semalam kesulitan akses toilet. Saya sama rekan saya harus bergantian berjaga semalam,’’ beber dia.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, sopir paro baya itu mengeluhkan lambannya penanganan dari pihak terkait, terutama aparat kepolisian setempat dalam mencari solusi agar kemacetan bisa segera diatasi.
‘’Seharusnya sejak semalam sudah ada upaya untuk evakuasi, tapi faktanya sampai 12 jam kemacetan dibiarkan semakin parah. Pastinya banyak yang dirugikan atas kejadian ini,’’ tegasnya.
Terpisah, Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban Ipda Rizky Dwi Prasetyo menyampaikan, insiden truk terperosok tersebut terjadi sejak Kamis sore (23/4), namun ada kesalahan teknis dalam proses evakuasi yang mengakibatkan kondisi badan truk justru semakin melintang menutup sebagian badan jalan.
Dituturkan oleh Ipda Rizky, dalam proses evakuasi cukup memakan waktu yang tidaklah sedikit lantaran kondisi kemiringan truk yang cukup dalam.
Sebelumnya tim evakuasi sempat mengerahkan dua kendaraan truk untuk menarik, namun belum membuahkan hasil.
‘’Sejak semalam proses evakuasi berlangsung, setelah datangnya alat crane barulah kendaraan tersebut dapat dievakuasi. Truk selesai dievakuasi sekitar pukul 6 pagi (kemarin, red),’’ beber dia.
Kendati sejak pagi hari kendaraan telah dievakuasi, kemacetan mengular belasan kilometer itu tak serta-merta langsung dapat teratasi.
‘’Penguraian kendaraan yang terjebak macet membutuhkan waktu berjam-jam, banyak sopir kendaraan yang tertidur dijalan yang kemudian kami bangunkan untuk kembali melanjutkan perjalanan,’’ beber perwira berpangkat balok satu emas itu.
Lebih lanjut dikatakan Ipda Rizky, arus lalu lintas mulai menunjukan tanda-tanda normal sekitar jam 11.30. Namun, banyak ditemukan kendaraan mogok di jalanan, sehingga arus tetap tidak bisa lancar.
‘’Kondisi lalu lintas pasca kemacetan terus kami pantau, kami pastinya situasi arus lalu lintas sudah kembali lancar,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni