RADARTUBAN – Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus didorong melalui berbagai inovasi berbasis desa.
Salah satunya dilakukan melalui penguatan peran Polindes dalam menyediakan sumber makanan tambahan secara mandiri.
Tekan Stunting, Polindes Didorong Mandiri Pangan
Pembangunan sumber daya manusia di bidang kesehatan menjadi fokus utama pemerintah, sejalan dengan program Asta Cita.
Namun, tantangan masih membayangi, terutama tingginya angka stunting yang pada 2024 tercatat sebesar 19,8 persen.
Upaya penanganan stunting dinilai efektif melalui intervensi gizi spesifik, terutama pada ibu hamil serta bayi dan balita di bawah usia dua tahun.
Baca Juga: Kesehatan Mental Jadi Kunci Produktivitas, PRPP Tutup Bulan K3 Nasional 2026 dengan Seminar
Dalam konteks ini, peran Posyandu menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai pusat edukasi kesehatan, tetapi juga sebagai penyedia sumber makanan sehat.
Akuaponik Jadi Solusi Pangan Sehat
Salah satu inovasi yang mulai dikembangkan adalah budidaya ikan dan tanaman melalui sistem akuaponik sederhana.
Metode ini memungkinkan masyarakat memproduksi sumber protein hewani dan sayuran secara mandiri.
Inisiatif tersebut diterapkan oleh kader Polindes Cipta Manunggal Desa Mentoso dan Polindes Mitra Asih Desa Rawasan melalui pelatihan dari Kampoeng Tani Tuban yang digelar pada 24–25 April 2026.
Dukungan Desa dan Perusahaan
Kepala Desa Mentoso, Eko Hariyanto, mengapresiasi program yang digagas oleh Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia melalui program Cantik Di Hati.
“Terima kasih Pertamina (PRPP) atas inisiatifnya, kami berharap agar program ini dapat didampingi sehingga manfaat akuaponik ini dapat dirasakan seluas-luasnya.” ucapnya.
Hal senada disampaikan Dwi, kader PKK Desa Rawasan, yang menilai program ini akan sangat membantu penyediaan makanan tambahan bagi balita.
Bagian dari Program Cantik Di Hati
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Cantik Di Hati yang telah dijalankan PRPP sejak 2024, sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar proyek Grass Root Refinery Tuban.
Program ini juga merupakan kelanjutan dari implementasi serupa di Desa Wadung dan Sumurgeneng pada 2025.
Presiden Direktur PRPP, Reizaldi Gustino, menegaskan pentingnya investasi pada kesehatan sejak dini.
“Generasi muda sekitar area Proyek GRR Tuban nantinya akan menjadi calon pemimpin dan ujung tombak pembangunan Indonesia di masa mendatang, oleh karena itu penting sekali untuk memastikan kualitas kesehatan masyarakat bahkan sejak usia dini. Karena dari badan yang sehat tentu kualitas pikiran dan kreativitas anak-anak akan meningkat yang tentunya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Tuban di masa mendatang," tegas dia.
Dukung SDGs dan Penguatan SDM
Sebanyak 59 kader Posyandu dan PKK dari Desa Mentoso dan Rawasan mengikuti kegiatan ini. Selain pelatihan akuaponik, peserta juga mendapatkan sosialisasi kesehatan mental dari tim HSSE PRPP.
Program Cantik Di Hati tidak hanya mendukung pilar keempat Asta Cita terkait penguatan SDM, tetapi juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya poin Tanpa Kelaparan dan Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan, inovasi berbasis akuaponik diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting di wilayah Tuban. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama