RADARTUBAN – Baru reda masalah elpiji 3 kilogram (kg) mengalami kelangkaan hingga beberapa pekan. Kini, giliran solar subsidi yang “menghilang” dari sejumlah SPBU di Tuban. Kondisi ini membuat konsumen solar subsidi kelimpungan.
Solikin, salah satu pengusaha rental mengatakan, dugaan kelangkaan solar subsidi ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir, dan puncaknya pada Minggu (26/4) malam. Hampir semua SPBU di Tuban kehabisan stok.
‘’Sudah muter ke mana-mana. Semua SPBU di wilayah kota dan beberapa kecamatan sudah kami datang, tapi semuanya kosong,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Tapi anehnya, terang Solikin, beberapa teman di kabupaten tetangga seperti Bojonegoro, Lamongan, dan Rembang, mengaku tidak ada kelangkaan solar.
Baca Juga: Pemerintah Hentikan Impor Solar Mulai Juli 2026, Mentan Dorong B50 Berbasis Sawit
‘’Lagi-lagi ada yang aneh dengan Tuban. Kemarin elpiji 3 kg langka, tapi di kabupaten tetangga tidak kelangkaan. Sekarang giliran solar subsidi yang langka, tapi di kabupaten tetangga juga tidak ada masalah,’’ keluhnya. Karena itu, dirinya terpaksa mengisi solar di kabupaten Bojonegoro.
Mengapa tidak diisi menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex? Dia menegaskan bahwa kendaraan rental tidak memungkinkan diisi Dexlite atau Pertamina Dex. Sebab, harganya terpaut sangat jauh. Hampir empat kali lipat dari harga solar subsidi. Rp 6.800 per liter berbanding Rp 23.600 untuk Dexlite dan Rp 23.900 untuk Pertamina Dex.
‘’Tidak bisa dibayangkan jika menggunakan Dexlite maupun Pertamina Dex. Bisa-bisa boncos,’’ tandasnya.
Ary, salah satu sopir pikap juga mengungkapkan hal yang sama. Hampir semua SPBU di wilayah kota dan beberapa kecamatan sudah didatangi, tapi semuanya kehabisan stok. ‘’Katanya, stoknya sudah habis. Kok bisa,’’ keluh dia.
Lebih lanjut dia menyampaikan, pernyataan petugas SPBU yang mengatakan bahwa stok solar subsidi di Tuban sudah habis ini terbilang aneh.
‘’Semestinya, stok itu disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah. Kalau habisnya secepat ini, pasti ada yang tidak beres,’’ katanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus Ahad Rahedi membenarkan terkait stok solar subsidi untuk Kabupaten Tuban pada bulan ini sudah habis.
‘’Secara kuota tahunan masih ada, namun secara jumlah penyaluran bulanan sudah melebihi kuota,’’ ujarnya ketika ditanya terkait kuota solar yang telah habis tersebut.
Hanya saja, ketika disinggung terkait langkah dalam mengatasi kuota yang habis tersebut, pihaknya tidak menjawab. Praktis, masyarakat Tuban bakal merasakan kelangkaan solar subsidi hingga beberapa hari ke depan, dan baru normal pada 1 Mei nanti. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama