RADARTUBAN – Isu pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di lintas pesisir pantai utara Tuban, Lamongan, dan Gresik menjadi pembahasan hangat dalam beberapa hari terkahir.
Namun, mega proyek yang digawangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut, ternyata belum pernah dibahas secara resmi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Tuban.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Budi Wiyana mengatakan, berdasarkan penyampaian KKP kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu, wilayah Tuban memang masuk dalam prioritas bersama Lamongan dan Gresik.
Namun, terang dia, sampai saat ini belum ada tindak lanjut ke tingkat kabupaten.
Baca Juga: Orang Miskin Dilarang Introvert! Melelehkan Tembok Rasa Malu Demi Survival di Masa Depan
Karena itu, Pemkab Tuban masih menunggu kepastian perencanaan, termasuk jadwal pelaksanaan proyek gigantik tersebut. ‘’Kami masih menunggu blueprint nasional terkait proyek GSW,’’ ujarnya.
Meski demikian, terang Budi, Pemkab Tuban sudah melakukan langkah antisipatif. Salah satunya, memetakan wilayah pesisir yang mengalami abrasi paling banyak.
Diharapkan, titik yang mengalami abrasi menjadi prioritas utama dari proyek GSW.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan, selain mengidentifikasi titik-titik rawan abrasi, juga melakukan pemetaan wilayah yang disesuaikan dengan rencana tata ruang daerah.
‘’Meski sebenarnya kementerian sudah memiliki pemetaan sendiri, tapi paling tidak pemerintah sudah mengantisipasi,’’ imbuhnya.
Budi berharap ada koordinasi intensif antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Dengan begitu, kajian dan perencanaan yang disusun benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan masyarakat pesisir.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, pembangunan GSW dinilai mendesak seiring meningkatnya risiko di kawasan pesisir. Intervensi infrastruktur skala besar yang terintegrasi dengan kebijakan lingkungan dan sosial dianggap tidak bisa lagi ditunda.
Fokus pembangunan GSW di wilayah Jatim akan menyasar tiga kawasan strategis di Pantura, yakni Tuban, Lamongan, dan Gresik. Ketiganya dinilai sebagai zona merah pesisir yang menghadapi tekanan serius, mulai dari abrasi, penurunan muka tanah, hingga ancaman terhadap aktivitas industri.
Untuk titiknya, berdasarkan data yang disampaikan KKP, proyek GSW dirancang sepanjang 500 hingga 700 kilometer (km). Membentang dari Banten hingga Gresik. Infrastruktur tersebut akan dibangun di perairan lepas, sekitar 4 hingga 6 km dari garis pantai. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama