Pantauan Jawa Pos Radar Tuban di lokasi, sekitar pukul 08.00 arus pengunjung dan ratusan pedagang mulai membanjiri area kelenteng. Sementara pedagang sibuk menata lapak, para pengunjung mulai menikmati rangkaian acara yang dibuka dengan suguhan pentas musik di area belakang klenteng.
Baca Juga: Mendadak Polres Tuban Tak Berikan Izin Rekomendasi Kirab Kimsin di Klenteng Kwan Sing Bio
Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio sekaligus inisiator kegiatan, Go Tjong Ping mengungkapkan, agenda ini merupakan upaya menghidupkan kembali denyut nadi di klenteng, sekaligus menjadi tolok ukur kerinduan publik terhadap tempat ibadah ikonik di tepi laut tersebut.
‘’Acara ini bukan dalam rangka peringatan hari besar tertentu. Setelah 14 tahun ada konflik internal, sekarang kami ingin tes bagaimana antusiasme masyarakat. Hanya itu tujuannya," ujar Tjong Ping saat ditemui di lokasi.
Terkait polemik izin kirab, mantan anggota DPRD Jatim ini tak menampik rasa kecewanya. Dampak dari tidak turunnya izin kepolisian, rencana kirab ratusan patung dewa dari berbagai daerah terpaksa menyusut drastis. Kini, diperkirakan hanya sekitar 15 kimsin yang akan merapat ke KSB untuk mengikuti acara.
‘’Rencana kirab hari Minggu (3/5) nanti. Jika memungkinkan, tetap akan berjalan. Tapi saat ini saya tidak berani berjanji bisa terlaksana," imbuhnya.
Pria yang memiliki nama Teguh Prabowo Gunawan ini menyebut, jika kondisi tetap tidak memungkinkan untuk turun ke jalan nasional maupun kabupaten, maka seluruh rangkaian ritual akan dialihkan sepenuhnya ke dalam area klenteng.
‘’Sebagai warga Tuban saya bingung. Satu pihak mengizinkan, tapi pihak lain melarang," keluhnya.
Meski diliputi ketidakpastian izin, minat masyarakat Bumi Wali maupun pelancong luar daerah tetap tinggi. Walau begitu, dia mengakui, sempat ada kekhawatiran dari sebagian pengunjung terkait potensi gesekan, mengingat sejarah konflik yang pernah terjadi.
‘’Besar harapan agar kirab pada Minggu besok tetap bisa terlaksana,” ujarnya.
Menurutnya, jika kegiatan ini berjalan lancar, maka kejayaan klenteng di Jalan RE Martadinata tersebut akan pulih kembali. Jika Klenteng Kwan Sing Bio kembali ramai, sektor UMKM di Kota Legen disinyalir bakal ikut kecipratan berkah ekonomi.
‘’Kalau sampai batal, kepercayaan publik se-Indonesia bisa jatuh dan UMKM akan sepi. Jika acara ini sukses, dampaknya pasti positif untuk masa depan Tuban," pungkasnya. (saf/tok)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni