RADARTUBAN – Genap tiga bulan kapal tanker MT Abigail W kandas dan terperangkap di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu.
Segala upaya telah dilakukan untuk mengevakuasi kapal milik PT Pertamina Trans Kontinental tersebut, namun tak membuahkan hasil yang berarti. Kapal seakan tidak bergeser sedikit pun.
Meski sudah tiga bulan terdampar, awak kapal masih berada di lokasi. Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, para awak kapal terlihat mondar mandir di atasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka berbelanja dari warga sekitar, lalu memasaknya di kapal. Tampak saban hari naik-turun kapal menggunakan perahu yang terbuat dari drum plastik yang ditarik menggunakan tali yang ditambatkan hingga tepi pantai.
Baca Juga: Bersama Pertamina Patra Niaga, Pesanggrahan Madiun Jadi Inspirasi Nasional
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas III Tanjung Pakis, C. Metropolitan Jaya menyampaikan, upaya untuk evakuasi kapal oleh tim penyelamat kapal sudah dilakukan dengan berbagai cara dan metode, tetapi belum bisa menarik kapal kembali ke tengah laut.
Dan upaya itu saat ini masih terus berjalan. ‘’Sebenarnya titik koordinat awal sudah berubah terutama haluan kapal,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Hanya saja, terang Metro, meski sudah ada perubahan titik koordinat, tetapi buritan masih sulit terangkat.
Itu yang membuat kapal belum bisa ditarik ke laut lepas. ‘’Hingga saat ini masih menunggu proses metode lebih lanjut,’’ tambahnya.
Sementara itu, dengan kapal MT Abigail W ini masih belum kunjung diselamatkan, menjadi magnet baru bagi wisata Pantai Panduri.
Keberadaan kapal tersebut menjadi latar belakang yang epik ketika berwisata di sana.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Panduri Sumaji mengatakan, keberadaan kapal menjadi pendongkrak kunjungan wisata bahari di Desa Tasikharjo tersebut. Pasalnya, pemandangan kapal menjadi tambahan ikon wisata Pantai Panduri.
‘’Sekarang, kalau foto di sini tidak hanya sunset saja, tapi sekarang ada kapal,’’ ujarnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama