RADARTUBAN – Reuni Kimsin di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban yang digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (1-3/5) dinilai mendegradasi kesakralan altar kelenteng.
Pasalnya, kegiatan yang menyisakan persoalan izin keramaian itu tidak sesuai pakem tradisi. Dari tujuan ibadah menjadi ajang hiburan.
Perwakilan pengelola TITD Kwan Sing Bio Alim Sugiantoro menegaskan bahwa kegiatan kirab kimsin ini bukan sekadar arak-arakan patung dewa, melainkan prosesi religius yang memiliki aturan waktu pelaksanaan.
‘’Penyelenggaraan Kirab Kimsin ini merupakan prosesi sakral. Seharusnya waktu pelaksanaannya bertepatan dengan HUT Dewa Kongco,” katanya.
Baca Juga: Musyawarah Umat, Pengelolaan TITD Kwan Sing Bio Tuban Direstrukturisasi
Alim mengatakan, ketidaksesuaian waktu ini dikhawatirkan mengaburkan makna spiritual yang terkandung dalam penghormatan kepada para dewa.
Menjaga ketepatan waktu kirab dianggap sebagai bentuk kepatuhan terhadap tradisi dan juga sebagai cara menjaga nilai kesakralan tempat ibadah.
Meski antusiasme masyarakat membludak, Alim menyayangkan jika atmosfer ibadah tergerus oleh hiruk-pikuk aktivitas hiburan yang menyertai acara kirab selama tiga hari tersebut.
‘’Mestinya harus kita kembalikan pada pokok fungsi yang sebenarnya. Kalau ini tempat ibadah, ya kita kembalikan seperti fungsi pokoknya. Untuk berwisata sudah ada area belakang. Seharusnya tidak masuk sampai ke altar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Alim mengklarifikasi, acara tersebut bukan merupakan kehendak dari pihak pengelola, tapi inisiatif dari umat yang mengaku sebagai panitia pelaksana kegiatan Kirab Kimsin.
‘’Kami sama sekali tidak bertanggung jawab atas acara ini,” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Go Tjong Ping bersikeras bahwa kegiatan selama tiga hari itu sukses besar. Hal itu dibuktikan dengan 25 ribu kupon undian yang terbagi ke masyarakat dan omset UMKM yang menyentuh Rp 2 miliar selama dua hari.
‘’Jadi, dampaknya sudah terlihat jelas, kan. Kami panitia juga mengadakan dengan biaya ringan, sehingga bisa dibilang sukses,” ungkapnya.
Meski sukses secara internal, mantan anggota DPRD Jatim ini tetap mempertanyakan sikap dari pihak kepolisian.
Menurutnya, panitia kirab telah mengantongi rekomendasi dari belasan instansi terkait untuk penyelenggaraan.
Baca Juga: Disegel Kubu Tjong Ping, Konflik TITD Kwan Sing Bio Semakin Memanas
Walau diwarnai berbagai konflik, panitia tetap melaksanakan kirab didalam area klenteng pada Jumat (3/5) pukul 10.00 WIB.
Sejumlah patung dewa dari berbagai klenteng diarak di dalaman belakang TITD Kwan Sing Bio dan disaksikan ribuan pengunjung yang berdesakkan selama prosesi tersebut. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama